Sambil menatap pasien IGD
5 stars doctor:
1. Health care provider 2. Community leader 3. Manager 4. Communicator 5. Decision maker
● Berat mas, mba. Sesungguhnya poin2 diatas bukan sekedar bualan materi kesehatan masyarakat.
● Keberadaan dokter di suatu tempat seyogyanya bisa menjadi ‘tokoh’.
● Seseorang yang jangkauan indera nya dilatih sejauh dan seruncing mungkin, jadi kalau melesat bisa tepat, minimal nyaris.
● Orang yg bisa diajak bicara (konsultasi) dlm hal apapun ; karna masalah kesehatan dipengaruhi multifaktor.
● Seseorang yg mengambil alih paling depan, ketika ada hal2 meresahkan banyak orang.
Di dadanya tersemat pin ‘amanah dan tawadu’ yg dipasang sejak sumpah kala itu.
Walau begitu, dokter adalah manusia biasa. Yang hanya mengetahui tidak lebih dari 1 partikel debu ilmu Allah. Yang punya lokus minoris (titik lemah) di beberapa bagian. Yang juga makhluk sosial yg dasarnya merepotkan orang lain. Yang dikutuk belajar dan mengabdi seumur hidup, tidak ada tempat untuk jumawa.
♡ Oh Allah, kuatkan. Kuatkan. Kuatkan. Hamba sudah sampai disini, dan sumpah pun terlanjur menggema. Mulai dari membuat keputusan kecil di awal pagi, mulai dari badan sendiri, lalu keluarga. Mimpi rasanya, menjadi a good decision maker, a good leader jika diri ini belum selesai.













