TIMES Indonesia Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan 78 kota dari 90 kota yang dipantau BPS mengalami inflasi pada Mei 2021. Sedangkan 12 kota lainnya mengalami deflasi. Atau secara keseluruhan mengalami inflasi sebesar 0,32 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara jika dibandingkan inflasi tahun ke tahun atau Mei 2021 terhadap Mei 2020 sebesar 1,68 persen. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto. (Foto: Tangkapan layar YouTube BPS) Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto. (Foto: Tangkapan layar YouTube BPS) "Jadi kenaikan di bulan Mei akibat adanya puasa maupun Hari Raya tidak terasa meningkatkan harga-harga di bulan Mei," jelas Setianto dalam konferensi pers daring, Rabu (2/6/2021). Setianto menambahkan inflasi tertinggi terjadi di Manokwari, Papua Barat sebesar 1,82 persen dan terendah terjadi di Tembilahan, Riau sebesar 0,01 persen. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Timika, Papua sebesar 0,83 persen dan terendah terjadi di Palembang sebesar 0,02 persen. Inflasi terjadi karena ada kenaikan harga kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,32 persen. Disusul kelompok pakaian dan alas kaki, serta kelompok perumahan seperti air dan listrik. #inflasi #inflasipanganindonesia #inflasimembunuhuangmu #inflasiuang #inflasion #infoinflasi #inflasimei #inflasimei2021 #inflasimei2020 (di Times Madura) https://www.instagram.com/p/CPrmiCkrUUj/?utm_medium=tumblr












