pfttttt.....
saya pikir memang mereka yang suka menulis tema cinta, kehilangan dan patah hati bukan berarti selalu galau dan tidak peduli pada hal lain seperti belajar, bekerja atau membaca buku yang berisi seputar ilmiah ataupun agama, tapi menulis adalah murni dari sudut pandang mana atau hal apa yang membuat ia tertarik dan dia sanggupi.
mereka yang galau-galauan dan memang menyukai berpuisi dengan tema cinta saya rasa ada perbedaannya. kegalauan itu sendiri adalah kekhawatiran atau kekacauan pada pikiran terhadap suatu hal yang bisa jadi penyebab kegalauan itu adanya yang membuat gelisah dan tidak nyaman. sementara ketika menulis cinta-cintaan itu ditulis dengan memikirkan diksi, tema dari puisi itu sendiri dan tentu saja dijiwai. semua itu disatukan, diolah lalu dikemas barulah jadi tulisan atau puisi yang ketika dibaca akan benar-benar berkesan pada pembacanya.
padahal kalau dilihat penulisnya, banyak dari mereka ketika bertemu langsung justru bukan orang yang selalu galau atau memikirkan perihal kegelisahan cinta-cintaan saja. bisa jadi yang mereka tulis tentang kematian melulu mereka tidak pernah benar-benar ditinggal mati tapi karena menyukai menulis dengan tema tersebut yang apabila diasah terus mungkin mereka bisa jadi expert di tema tersebut.
kalau memang tidak suka dengan segala tulisan yang katanya galau-galauan itu coba kamu nulis cinta-cintaan. nanti nagih...
atau kalau memang tidak nagih mungkin kamu butuh jatuh cinta..
pft... ya sudahlah, saya juga gak ada hak buat menyuruh mereka yang biasa nulis tentang agama untuk nulis tentang otomotif. karena saya juga gak bisa nulis tentang resep makanan.
sekian. ini opini saya saja kok.
dari saya yang tidak pernah bisa menulis puisi seindah akun sebelah itu.











