Definisi Cantik
Kemarin, ada salah satu teman yang bilang
"Temenku bilang ke aku, katanya sampein ke psikolognya, psikolognya cantik."
Tenang-tenang yang ngomong perempuan. Hahaha
Meskipun tetap aku jawab "terima kasih" tapi tiap kali ada yang bilang aku cantik, i feel like, i am not.
Cantik itu sebenernya penilaian subjektif ya. Aku yakin sih kalo bapak aku ditanya aku cantik apa engga pasti jawabnya cantik, cantik banget malah mungkin. HAHAHA
Tapi beneran, i can't relate dengan definisi cantik ini.
Mungkin karena sedari dulu orang-orang sering fokus dengan uniqeness aku yang beda dari yang lain. Misal, warna kulit gelap, rambut keriting, pendek, dan gendut. Hahaha lengkap. Sedangkan definisi cantik menurut khalayak ramai adalah putih, tinggi, rambut kek barbie. Bener dong? :p
Trus jadi mikir, sebenernya apa sih definisi cantik itu? Padahal sebenernya cantik gak melulu tentang fisik sih ya harusnya.
Beberapa bulan yang lalu, salah seorang teman meminjamkan buku "Imperfect"-nya Meira Natasya dengan note "this is good for you"
Sepertinya, banyak orang yang bisa melihat ketidakpercayaan diri ini terhadap fisik yang dipunya. So, now my turn to change my perspective.
I do realize, memang perspective tentang cantik ini harus aku ubah. Konsep diriku masih jauh dari ambang normal untuk hal ini. Terima kasih ya untuk orang-orang yang membantu untuk menaikkan konsep diri ini, at least gak seburuk dulu.
Seingatku, aku selalu merasa "cantik" tiap kali lagi kerja. Tiap kali mau konseling, tiap kali mau mengisi acara, atau di event-event tertentu. Tiap kali ngaca selalu ngebatin "Eh siapa nih, kok cantik" wkwk
Kayaknya cantik versiku memang ketika aku percaya diri untuk melakukan hal yang aku sukai ya. Kira-kira dengan menyukai kamu, bisa menambah ambang normal definisi cantik versiku ini gak ya? he he he













