Man’s Communication of Integrity (Komunikasi Manusia yang Berintergritas)
Today what I am posting is about the Integrity that I have learned in my study on MAP DTS, especially in our communication value. We know that communication is very important in human life and we cannot be loving person withoit communication. Otherwise, communication of integrity is speaking about how we serving our audience in effectiveness way and appropriate truth.
Truthfully, communication can bring brokenness, desire to be more, and many feeling conditions, but communication also can bring good aspects if we do it in right methodology and become an effective communicator with bring solution, comfort and creativity into our integrity in communication. 1 Timothy 2:1-4 (KJV) I exhort therefore, that, first of all, supplications, prayers, intercessions, and giving of thanks, be made for all men; For kings, and for all that are in authority; that we may lead a quiet and peaceable life in all godliness and honesty. For this is good and acceptable in the sight of God our Saviour; Who will have all men to be saved, and to come unto the knowledge of the truth. This verse tell that we must walking with integrity in our communication with audience that can start with God first with our thankful heart (prayer, intercessions, giving thanks) of knowing God and release powerful message of knowledge in reconciliation (wisdom of communication).
Beside from our right method in the integrity communication, we also directly honoring God, then we should know how to serving audience with our communication. Knowing the audience is the first thing to do with some observation about making our integrity in communication. We must know about the appropriate medium of audience (language, age, technology they use, beliefs, and etc.). The very appropriate example we can learn about is Jesus and God Himself. He is very consistency with His words and promises. He do not have spirit of independence, so He can make Himself like to share and tell his audience when Jesus was making miracle or otherwise teaching.
Well, Jesus is the only direct media that God Himself want to have His worthy for us. He is specific and bring solutions.
Hari ini yang saya sedang posting adalah tentang Integritas yang telah saya pelajari selama di MAP DTS, terutama nilai komunikasi kita. Kita tahu bahwa komunikasi sangat penting dalam kehidupan manusia dan kita tidak bisa mengasihi orang tanpa komunikasi. Jika tidak, integritas dalam komunikasi berbicara tentang bagaimana kita melayani pendengar/penonton kita dengan cara efektif dan benar-benar sesuai. Sejujurnya, komunikasi dapat membawa kehancuran, keinginan untuk menjadi lebih, dan berbagai kondisi perasaan, tetapi komunikasi juga dapat membawa aspek baik jika kita melakukannya dengan cara yang tepat dan menjadi komunikator yang efektif dengan memberikan solusi, kenyamanan dan kreativitas dalam integritas saat berkomunikasi. 1 Timotius 2: 1-4 Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar,agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. Ayat ini mengatakan bahwa kita harus berjalan dengan integritas dalam komunikasi kita dengan pedengar/penonton dengan memulai kepada Allah dengan hati yang bersyukur (doa syafaat, memberikan terima kasih) mengenal Tuhan dan melepaskan pesan yang kuat tentang pengetahuan dalam rekonsiliasi (kebijaksanaan dalam komunikasi). Selain dari metode yang tepat kita dalam komunikasi integritas, kita juga harus menghormati Tuhan, maka kita tahu caranya melayani pendengar/penonton dengan komunikasi kita. Mengetahui pendengar/penonton adalah hal pertama yang harus dilakukan dengan beberapa pengamatan di dalam integritas komunikasi. Kita harus tahu tentang medium yang tepat mengenai pendengar/penonton (bahasa, usia, teknologi yang mereka gunakan, keyakinan, dan lain-lain). Contoh yang sangat tepat adalah belajar tentang Yesus dan Allah sendiri. Dia sangat konsisten dengan kata-kata dan janji-janji-Nya. Dia tidak memiliki roh penyendiri, sehingga ia sangat senang untuk berbagi hidupnya dengan pendengar/penonton ketika Yesus melakukan mujizat maupun mengajar. Nah, Yesus adalah satu-satunya media komunikasi langsung dari Allah sendiri bahwa Ia ingin kita layak bagi Dia dengan menyerahkan diriNya. Dia sangat spesifik dan membawa solusi.
-Me as Kris-













