Ada sebuah keluarga yang dengannya sering membuat kerinduan pada almarhum bapa lebih terobati. Ya, keluarga Nin Titi di Cimahi. Beliau adalah termasuk neneknya alm.bapa. Sedikit bergeser dari kisah kerinduan saya... Izinkan saya menceritakan kisah dalam foto ini. Nin Titi adalah seorang aktivis Muhammadiyah. Dan yang memakai peci dalam foto ini adalah paman saya 'Mang Nuh yang notabene lulusan pesantren berbasis NU. Foto ini diambil ketika Nin Titi ngotot ingin berziarah ke makam bibi saya yang baru saja meninggal. Padahal, kebiasaan keluarga Nin Titi jarang berziarah. Namun, pada saat di makam Nin Titi bilang gini ke 'Mang Nuh "mangga Nuh nu mimpin doa...". Setau saya Nin Titi jarang meminta 'Mang Nuh pimpin doa ketika di makam. Tapi beliau menegaskan "pan Nuh ajengannana...". MasyaAllah...saya yang menjadi saksi kejadian itu sungguh terharu. 'Mang Nuh yang rendah hati tidak berani memulai mimpin doa karena beliau sadar ada perbedaan cara berdoa beliau dengan Nin Titi. Tapi, tanpa perlu diingatkan...Nin Titi yang sudah sering pikun itu justru dengan rendah hati pula meminta 'Mang Nuh memimpin doa, padahal sangat mungkin ketika berziarah ke makam suaminya saja beliau tidak berdoa seperti cara 'Mang Nuh. Subhanallah...perbedaan itu mungkin sebenarnya tidak serumit keadaan sekarang. Dengan kerendahan hati masing-masing mampu menerima keindahan ilmu yang beragam. Selama itu masih bersandar kepada aqidah yang sama...semua damai dalam perbedaan. Semoga keindahan ini tidak menjadi kenangan belaka. Namun, menjadi pelajaran berharga bagi kami dan anak-anak kami nantinya. Aamiin... #pelajaranhidup #pengalamanpulangkampung #islamitusatu #tauhid












