Menjadi Istri
Memutuskan menikah diawal tahun 2017, tidak terasa sudah 7 tahun menyandang gelar istri dan ibu dua anak. Dulu mimpiku menjadi wanita karir, mandiri tapi tetap bisa sambil mengasuh anak. Karena pikirku dosen adalah pilihan tepat karena waktu mengajarnya bisa diatur kapan kita bisa.
Setelah lulus kuliah, sempat mengajar 3 semester lalu ambil cuti melahirkan ehhh taunya kebablasan gak masuk2 kerja karena akhirnya suami dapat kerja di perkebunan yang jauh dr kota. Meskipun sedih harus berhenti kerja karena mulai nyaman dengan suasana kampus, baik mahasiswanya, rekan kerjanya maupun semangat mengajarnya tp apa daya Allah pilihkan takdir lain untuk dijalani.
Tetep semangat ya kan, meskipun sering ribut sama suami karena efek sumpek dirumah aja. Masa transisi dr bekerja ke full irt lumayan bikin shock sih. Entah rasanya mudah uring2an, jadi pendek akal mudah marah, tiba2 nangis tiba2 ketawa dan jujur kadang masih suka kangen suasana saat masih bekerja dulu.
Lika liku kehidupan selama 7 tahun ini luarbiasa, pertama suami terjun kedunia perkebunan lagi Allah tempatkan kami di medan yang ga mudah (jauh dr kota, susah sinyal, jauh dr pasar, sedikit staf yg bawa keluarga, sekolah kurang memadai kualitasnya) tapi sekarang Allah beri kemudahan dan tempat yang nyaman dan lingkungan yang baik. Dan sekarang pun sudah mulai punya circle pertemanan yang baik karena kami kenal lewat kajian dan tahsin. Subhanallah, Allah benar2 Maha baik, sedikit demi sedikit dikabulkan keinginan2 kami.
Menjadi ibu rumah tangga itu ga mudah ternyata ya Mak, apalagi menjadi istri. Apa lagi dengan gelar yang kumiliki jadi seperti ada tuntutan tidak langsung kalo harusnya bisa lebih berbeda dan lebih baik mendidik anak karena berilmu.
Sampai saat ini yg terkadang bikin sedih adalah ketika melihat teman2 seperjuangan dulu makin sukses berkarir dan aku hanya begini2 saja dirumah tanpa pencapaian. Tapi aku sadar, Allah kasih aku kesempatan membersamai anak2ku bertumbuh ditiap fase perkembangannya. Aku bersyukur Allah pasangkan aku dengan pendamping hidup yang penyabar dan penyayang. Saat sedih terbersit, hanya bisa istighfar dan mengingat kembali momen bahagia dan berharga serta kembali bersyukur bahwa Allah sudah pilihkan jalan terbaik untuk dijalani.
Menjadi istri dan ibu memang tidak mudah, tapi ditiap prosesnya aku menikmatinya. Semoga kedepannya bisa menjadi ibu dan istri yang happy dan selalu positive vibes agar semua nyaman berada di rumah 😊.









