Update before Match 08
Informasi Real Mataram FC (RMFC)
Rabu, 2 Maret 2011
(Sumber: Kusnadi/Manajer Tim; Soelistyo/Manajer Pertandingan; Joko Irianto/Asisten Pelatih)
Soelistyo (Manajer Pertandingan/Ketua Panpel) menyatakan bahwa persiapan panpel pertandingan Real Mataram FC vs Jakarta 1928 FC telah mencapai 80%. Panpel telah melakukan persiapan secara internal maupun berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk dengan pihak kepolisian. Berbagai pihak terkait tersebut mendukung pelaksanaan laga yang berlangsung di Stadion Mandala Krida pada hari Sabtu, 5 Maret 2011 pukul 18.30 WIB Disiarkan di Trans 7. Panpel telah mencetak tiket sebanyak 10 ribu. Harga tiket untuk tribun barat (tertutup) sebesar Rp 20.000,- dan tribun terbuka seharga Rp 10.000,-. Soelistyo berharap pencinta sepak bola di DIY pada umumnya, dan kota Yogyakarta pada khususnya, berbondong-bondong menyaksikan laga Kompetisi LPI tersebut.
Manajemen RMFC, melalui humas Y. Sri Susilo, telah menerima masukan dari berbagai pihak antara lain rekan-rekan wartawan, supporter, dan masyarakat lain yang peduli terhadap The Reds Army. Masukan tersebut terkait dengan kinerja tim khususnya kinerja pemain asing dan pemain lokal, pelaksanaan pertandingan, pembentukan wadah supporter dan sebagainya. Manajemen mengucapkan tarima kasih masukan dan saran tersebut dan manajemen akan menindaklanjutinya berdasarkan skala prioritas. Khusus untuk pemain asing, tim pelatih akan mengoptimalkan yang ada dan dimungkinkan dengan menambah pemain asing baru, demikian pula untuk pemain lokal. Tentang wadah supporter, telah dirintis dari bawah (bottom up) oleh para mahasiswa dan relajar di DIY dan mereka telah merintis wadah suporter yang dinamakan The Royal Guards.
Menurut Kusnadi (manajer tim) strategi yang diterapkan untuk menghadapi Jakarta 1928 FC adalah menyerang dengan pola 3-4-1-2. Dengan strategi tersebut diharapkan tim RMFC mampu mengalahkan Jakarta 1928 FC pada hari Sabtu 5 Maret 2011 mendatang. Joko Irianto (asisten pelatih RMFC) menyatakan permainan tim Jakarta 1928 FC cenderung ofensif, baik di laga kandang dan tandang. Selanjutnya Joko Irianto menyatakan bahwa ia sedikit banyak mengenal karakter Bambang Nurdiansyah/BN (pelatih Jakarta 1928 FC) dalam melatih tim sepakbola yaitu menyerang yang mengadopsi kombinasi pola Amerika Latin & sentuhan Eropa. Hal tersebut wajar karena pada saat menjadi pemain timnas BN pernah dilatih oleh Joao Barbatana (Brasil) dan Will Coerver (Belanda). Joko Irianto adalah pemain eks Persebaya dan timnas Indonesia yang seangkatan dengan BN, dan pernah berlatih bersama di Brasil di bawah bendera PSSI Binatama pada tahun 1978.
Untuk menghadapi tim yang berkarakter menyerang seperti Jakarta 1928 FC, maka strategi yang tepat menghadapinya adalah juga dengan menyerang, kata Kusnadi. Dengan catatan barisan belakang The Reds Army harus selalu waspada terhadap pergerakan Emmanuel de Porras dan Tantan. Dengan umpan-umpan matang dan terukur dari Hernan Ortiz maka peluang kedua penyerang akarta 1928 FC mempunyai peluang untuk mencetak gol. Untuk itu dipertimbangkan untuk “mematikan” Ortiz agar alur serangan Jakarta menjadi terhambat, tugas tersebut dapat diberikan kepada Supriyanto atau Ali Machrus. Barisan depan The Reds Army (Fernando Soler, Eko Wijayanto, Andrid Wibawa & Nurmansyah) juga terus digembleng agar finishing touch mereka semakin membaik sehingga kemenangan dapat diraih.











