. Untuk kita, yang terlalu malu walau sekedar menyapanya, terlanjur bersemu merah, dada berdegup lebih kencang, keringat dingi di jemari, bahkan sebelum sungguhan berpapasan. . Untuk kita, yang merasa tidak cantik, tidak tampan, selalu merasa keliru mematut warna baju dan pilihan celana, jaug dari kemungkinan menggapai cita-cita perasaan. . Untuk kita, yang hanya berani menulis kata-kata dalam buku harian, memendam perasaan lewat puisi-puisi, dan berharap esok lusa dia akan sempat membacanya. . Semoga pemahaman baik itu datang. Bahwa semua pengalaman cinta dan perasaan adalah spesial. Sama spesialnya dengan milik kita. Tidak peduli sesederhana apapun itu, sepanjang dibungkus dengan pemahaman-pemahaman yang baik. . Tere Liye, dalam buku Berjuta Rasanya. . Kronologi: Pagi itu, sekitar pukul 9, adikku @wanda.yf tiba2 bilang, mas dolan yuk, tak jawab males aku nda, teng mriki mawon mas, caket. Aku arep nyoblos (sambil lihat foto), lha kuwi kok fotone koncoku?. Nggeh nopo? Mungkin niki bojone, ayo mas. yo engko bar nyoblos. Ya udah, jadilah kami disini. Setidaknya, menciptakan satu lagi momen sejarah aku dan adikku yang paling ragil. #tamanramadanu #exploremagelang #dolan #janemales #latepost (di Taman Ramadanu)















