Jeda Kecil di Ujung Tahun
Di sela-sela project akhir tahun, saya berhenti sebentar.
Bukan untuk kabur. Bukan juga untuk mengeluh panjang lebar.
Hanya coffee break kecil—numpang ngopi di pos satpam, sebat pelan, ngobrol ngalor-ngidul tanpa arah yang penting.
Tentang kerjaan yang tak kunjung habis, tentang badan yang sekarang lebih cepat lelah,
tentang anak-anak yang tumbuh, tanpa pernah benar-benar menunggu kita siap.
Tidak ada solusi besar di sana, tidak ada juga kalimat bijak yang ingin dipamerkan. Tapi entah kenapa, di bawah hujan Desember yang turun pelan, semua terasa lebih bisa diterima.
Ternyata hidup tidak selalu minta dijelaskan. Kadang hanya minta ditemani. Dengan kopi pahit, an cerita yang tidak harus selesai hari itu juga.
Kami duduk sebentar,l alu kembali ke peran masing-masing. Pekerjaan masih ada. Tanggung jawab masih sama.
Tapi dada sudah sedikit lebih longgar.
Catatan akhir tahun, 2025:
Tahun ini tidak hebat-hebat amat, tidak juga sepenuhnya buruk. Ia hanya penuh, dan kadang melelahkan.
Jika ada yang patut disyukuri,
mungkin itu kemampuan untuk berhenti sebentar tanpa merasa bersalah.
karena dari jeda kecil itulah kita menemukan tenaga untuk melanjutkan hidup yang memang harus jalan.
tahun selesai.
pelan.
seperti hujan yang akhirnya reda.