Semu
Bimbang menghantui kilap malamku
Menuntunku akan rindu canda tawamu
Membenamkan pada malam kelabu, yang membiusku tanpa kata.
Tak semestinya aku percaya pada hati yang selalu terluka.
Mudahnya jatuh yang sukar berganti rasa.
Kuputuskan rasa ini tertanam padamu di kali pertama kita tukar tawa.
Namun hanya semu kurasa tanpa kata-kata. Binar mata yang pernah ku rasa hilang di semesta.
Kurasa ku salah sangka,
Hanya karna kita samasama tertawa bahkan serasa semestinya. Namun ku ternganga sekarang.
Ternyata kau hanya semata-mata menyapa dalam renungan sepi tanpa seorang wanita.
Semu, hanya kurasa tak punya pilihan kata.
Jika ku balikan waktu tuk ku ganti rasa, kurasa ku pilih untuk tak pernah menyapa.
Karna rasa timbul dari sebuah tatap sapa pertama.
Enyahlah rindu dan rasa, karna dia hanya semu belaka.











