Jikalau Allah Telah Menghalangi Langkah, Kita Bisa Apa?
Teringat akan sebuah kutipan ayat Al-Qur'an :
وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)
Dan sebuah kalimat yang pernah aku dengar serta baca "Jika sesuatu itu baik menurut Allah, maka apapun halangan dan rintangannya, akan Allah tunjukkan jalannya." Lalu membaca postingan instagram kak Amar Arisalah.
Sedikit akan bercerita mengenai hal ini. Secara singkat saja.
Mengikuti Daurah Pemandu Madrasah KAMMI (DPMK) Purwakarta pada pertengahan September 2019 lalu adalah keinginan besarku dan temanku (red:Uya) saat itu. Baiklah, pelaksanaannya di Purwakarta, Jawa Barat. Seminggu sebelum berangkat kami sudah memantau bagaimana caranya agar kami bisa sampai di sana tepat waktu. Sarana transportasi pilihan pada saat itu adalah dengan kereta api. Ternyata, setelah ditelusuri, tidak ada jalur kereta api Jogja-Purwakarta, dan kalaupun ada, transit terlebih dahulu di Bandung ataupun Jakarta sehingga harus mengeluarkan biaya yang lebih mahal. Akhirnya, selama seminggu kami banyak bertanya pada orang terdekat dan memantau internet. Oke, alternatif selanjutnya adalah bus.
H-2 pemberangkatan, belum juga kami mendapatkan transportasi yang pas menuju Purwakarta, dengan posisiku saat itu berada di Sleman, dan Uya berada di Bantul. Kenapa h-2? Karena acara nya akan dimulai 2 hari lagi. Akhirnya Uya mendatangi PO bus yang berada di Bantul dan hasilnya nihil, PO bus telah tutup. Sudah h-1, dan Uya kembali lagi menuju Agen bus tersebut. Ketika itu petugasnya mengatakan bahwa tidak ada bus menuju Purwakarta, dalam artian bisa jadi bus menuju Purwakarta sedang tidak beroperasi. Kemudian Uya diminta kembali lagi ke Agen pada hari H. Saat itu aku tidak bisa membantu karena kebagian jadwal jaga toko.
Sampai H-1 kami tidak juga mendapatkan kepastian terkait jadi atau tidaknya berangkat karena belum mendapatkan transportasi. Sedikit ada rasa pasrah saat itu, disamping itu aku juga belum meminta izin pada orangtua. Akhirnya, H-1 saat di toko, aku menelepon ayah untuk meminta izin, terlepas jadi-tidaknya berangkat. "Ayah, besok kakak mau Daurah KAMMI ke Purwakarta sama Uya, boleh yah? Daurahnya hampir sama pas ke Bandung tahun lalu." Tidak banyak berdebat, ayah langsung mengizinkan "Pergilah, berapa biayanya? Masih cukup sampai akhir bulan? Masalahnya ayah nggak ngasih uang lagi. Kalau cukup, pergilah." Tidak menyangka, secepat itu diizinkan ayah, padahal sangat dadakan. Lalu aku berpikir panjang sebab sisa uang yang semakin menipis di ATM,"Totalnya 500k yah. Cukup kayaknya." Saat itu aku terpikir, rezeki Allah itu ada saja.
Hari h pemberangkatan, Uya kembali lagi ke agen bus pada jam 10.00 WIB, Alhamdulillah dapet jadwal berangkat ke PWK jam 14.30 WIB. Alhamdulillah, shiftku di toko hanya sampai jam 13.00 WIB dan shift selanjutnya adalah jadwal rekanku. Jam 13.00 WIB aku menutup toko lalu menuju rumah owner, meminta izin pulang dan tidak masuk kerja selama 3 hari. "Bu, siang ini aku mau berangkat ke PWK, jadwal siang ini mbak Fulanah, bu, tapi beliau tiba-tiba ada kuliah tambahan." Saat itu aku sudah mulai panik. "Tolong dicarikan penggantinya ya mbak, toko nggak boleh tutup." Kemudian ku telepon lah rekan lainnya. Kalau bisa dibilang sih ini seharusnya tanggung jawab mbak Fulanah untuk mencari pengganti, hehe. Aku tidak mendapatkan penggantinya. Jam menunjukkan pukul 13.30 WIB. Bus berangkat pukul 14.30 WIB dari Bantul. Waktu untuk bersiap-siap hanya tinggal setengah jam karena perjalanan Sleman-Bantul memerlukan waktu kurang lebih setengah jam. YaAllah semoga ada jalan, begitu kataku. Akhirnya aku meminta tolong mbak Fulanah untuk mencari penggantinya karena itu juga menjadi tanggung jawabnya. Lalu aku meminta izin untuk pulang ke kost pada ibu owner. Sampai di Bantul beberapa menit sebelum bus datang. Alhamdulillah.
Lalu ada cerita kedua. Saat itu aku menemukan walk interview lowongan kerja sebuah perusahaan besar Indonesia yang posisinya sangat aku minati, yakni posisi trainee di Padang. Jujur, aku selalu tertarik setiap ada lowongan trainee. Siapa tahu rezeki, pikirku. Aku teringat bahwasanya teman satu kelompok KKNku lolos sebagai trainee pada rekrutmen perusahaan tersebut.
Akhirnya ku hubungilah dia melalui WhatsApp, "Gi, kamu kerja di mana?" Bertanya basa-basi. "Di perusahaan ini dy." Jawabnya. Kemudian ku jelaskan maksud dan tujuanku menghubunginya, bertanya mengenai tahap rekrutmen nya sampai berapa lama tahap rekrutmen nya berlangsung. Sedikit merasa lega dan senang lah, hehe. Aku mencari tahu profil perusahannya dan memahaminya. Aku bersiap-siap wawancara, dan mencetak Curriculum Vitae (CV) karena hanya CV yang dipersyaratkan dalam walk interviewnya. Aku sudah siap.
Esoknya h-1 walk interview, temanku membalas pesan WhatsAppku lagi. "Niat banget dy nyoba rekrutmennya?" Tanyanya. "Niat sih iya, tapi aku pasrah sama Allah aja." Lalu dia membalas lagi dengan panjang lebar, kurang lebih seperti ini, "Jadi gini dy, kamu tau perusahaan keluarga milik Chinese? Nah perusahaan ini tu adalah perusahaan keluarga milik Chinese yang mana mereka masih belum open terhadap cewek khususnya muslim berhijab," katanya. Dia juga tau bagaimana dan seperti apa diriku sebab aku dan dia pernah satu kelompok KKN, jadi kurang lebih seperti itulah niatnya dalam penjelasan pesan WhatsAppnya. "Satu hal yang belum bisa aku terima ya itu dy, mereka juga ada privilege tersendiri untuk yang beragama Katolik/pun Kristen, jadi daripada kamu wasting time dan kompetensimu tidak tersalurkan bla..bla..bla.." lanjutnya. Padahal aku sudah mencari tahu profil perusahaannya, tapi sama sekali nggak terpikir mengenai privilege itu.
Oke. Kecewa sih iya. Tapi mungkin Allah memberitahuku melalui pesan WhatsApp ini. Daurah DPMK KAMMI memang bagus, lowongan kerja perusahaan besar Indonesia yang posisinya banyak diminati juga bagus. Intinya, jika sesuatu yang baik menurut Allah, maka akan ada saja jalan yang diberikan Allah untuk mencapainya. Tapi, jika sesuatu yang akan kita lakukan tidak baik bagi Allah, maka akan Allah perlihatkan halangan-halangan dalam mencapainya. Allah teruskan langkahku untuk mengikuti DPMK KAMMI dari yang 'lumayan' banyaknya masalah sampai berada di kost kembali dengan keadaan uang Rp110.000 untuk bertahan hingga 7 hari kedepan (akhir bulan), di mana air galon, sampo, sabun, listrik sudah habis. Cukup? Alhamdulillah cukup. Allah hentikan langkahku untuk mengikuti rekrutmen perusahaan besar Indonesia yang posisinya sangat kuminati melalui pesan WhatsApp temanku. Dari ini aku belajar, seperti pada postingan instagram kak Amar Arisalah, bahwa apa yang baik bagi kita, jika baik bagi Allah, akan Allah berikan jalan apapun halangan rintangannya. Apa yang baik bagi kita, jika tidak baik bagi Allah, akan Allah berikan halangan untuk mencapainya. Jika Allah telah menghalangi langkah, lalu kita bisa apa?
















