Jadilah perempuan sekuat Sayyidah Hajar. Yang tidak pernah takut ditinggalkan oleh siapa pun. Sebab keyakinannya yang utuh, bahwa Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan hamba-Nya yang bertawakkal secara penuh.
Kalimat menyejarah yang terucap dari lisan Sayyidah Hajar ketika ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim 'alaihissalaam, tidak hanya meneladankan kuatnya ketauhidan, tapi juga meneladankan kuatnya karakter perempuan yang selalu berprasangka baik pada Allah.
Ketika berulang tanya yang diawali dengan kata "mengapa?" tak jua terjawab, Sayyidah Hajar memperluas sudut pandangnya dan mengganti pertanyaannya.
"Apakah Allah yang memerintahkanmu melakukan semua ini?".
Pertanyaan cerdas yang tidak membutuhkan penjelasan, hanya jawaban singkat saja, namun jawaban dari pertanyaan itu, sudah cukup untuk menjelaskan semuanya.
"Ya!" Jawab Nabiyullah Ibrahim 'alaihissalaam dengan perasaan yang akhirnya lega.
"Jika benar ini perintah Allah, maka pergilah!. Sungguh, Allah tidak akan pernah sekali pun menyiakan-nyiakan kami". Sebuah pernyataan yang diucapkan dengan penuh ketenangan, sekaligus tegas dan tanpa ragu. Tidak ada ketakutan dan kekhawatiran di situ.
Sebab Sayyidah Hajar percaya, selama ia bersama Allah, semua akan baik-baik saja.
@rizqan-kareema









