'Aamul Huzni ( Tahun Kesedihan Nabi) Air mata ini terus mengalir saat membacakan buku Muhammad Teladanku jilid ketabahan pada 2S sebelum tidur. Bagaimana tidak menjadi tahun kesediahan Nabi, belum lama derita pemboikotan kaum quraisy terhadap pengikut dan keluarganya, kini paman yang selalu melindunginya terbaring sakit. Dalam sakit pamannya Rasulullah tetap mengharapkan Abu Thalib akan mendapatkan cahaya Islam. Akan tetapi diakhir hidupnya tetap saja ia tidak mengucapkan kalimat syahadat yang menjadikannya seorang Islam. Tidak hanya itu yang membuat Rasulullah sedih, setelah paman yang sangat menyayangi nya tiada. Hanya berselang beberapa hari, istri yang sangat beliau cintai jatuh sakit. Wajah bunda Khadijah semakin hari semakin pucat dan bibirnya gemetar, walau begitu ia tetap menenangkan hati suaminya Rasulullah. Seolah-olah beliau tahu bahwa perjuangan suaminya itu masih panjang. Sedangkan perjuangan beliau telah mencapai titik akhir. Bunda Khadijah pun wafat. Dalam hitungan hari saja, dua orang yang begitu dikasihinya meninggalkan beliau di dunia ini. Betapa kesedihan ini merenggut semua kegembiraan dihati Rasulullah. Indahnya kehidupan seolah-olah ikut terkubur bersama jasad kedua orang itu. Tanpa terasa air mata saya pun ikut menetes membaca kisah sedih ini. Syukur saja 2S saat itu sudah pulas. #coretanRia #MuhammadTeladanku #Jilid4 #Ketabahan (at Halallaku Bookstore) https://www.instagram.com/p/BvsGTM2nIbr/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=128cey5c93x99















