Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Jika kamu melewati taman-taman surga, maka singgahlah dengan senang.” Para sahabat bertanya,”Apakah taman-taman surga itu?” Beliau menjawab, ”Halaqah-halaqah (kelompok-kelompok) dzikir.” (HR Tirmidzi, no. 3510) *
Seperti yang pernah dikatakan oleh salah satu ustadzah saat saya mengikuti sebuah kajian, mengenai keseimbangan hidup. Keseimbangan ini terbagi menjaadi 3 yaitu keseimbangan akal, raga dan jiwa. Ironisnya terkadang manusia tidak sadar kalau kekurangan asupan jiwa. Jika sifatnya lahiriyah seperti manusia butuh makan, rasanya semua orang tidak lupa untuk memenuhi hak tubuhnya setiap hari. Namun jika dikembalikan pada aspek batiniyah, belum tentu semuanya sadar. Yang sadarpun belum tentu semuanya mau. Hehe..
Lalu bagaimana rasanya tinggal di negeri minoritas muslim? Apa masih bisa mengaji? Apa masih bisa sholat berjamaah? Apa ada kajian islam? Apa apa apa?
Banyak yang bertanya tentang ini ke saya. Tidak terkecuali dari pihak keluarga. Namun sepertinya saya belum bisa bercerita banyak mengenai kegiatan keagamaan yang saya ikuti di luar negeri secara langsung, tapi kali ini saya akan berbagi sedikit pengalaman saya mengikuti siraman rohani yang diadakan di Belanda.
Mulai dari kegiatan mencari ilmu Allah yang paling besar ya..
1. Ikut Kajian Ustadz Salim A Fillah di Rotterdam
Ini kajian musim panas yang diadakan rutin oleh SGB. Saya mengikuti kajian ini bersama suami di Molukse Moskee Ridderkerk Bait Al-Rahmaan Rotterdam. Kegiatan ini berlangsung dua hari dan ada Malam Bina Iman dan Taqwa atau MABIT. Jadi kita menginap di mesjid tersebut. MasyaAllah peserta yang mengikuti kajian ini datang dari berbagai daerah di Belanda. Membawa serta anak-anak bahkan yang masih bayi. Ada juga yang sedang hamil tua. Ya Allah.. Ini benar-benar nikmat yang tiada tara berhimpun dalam satu tempat untuk mendapatkan secercah ilmu sebagai bekal menghadapNya.
Kita membayar registrasi untuk biaya konsumsi. Ada juga bazar produk indonesia disini. MasyaAllah.
2. Pengajian Manis (Majelis Annisa) Ibu-Ibu Indonesia di Eindhoven
Ini dilakukan sebulan sekali. Biasanya dilakukan di rumah secara bergantian. Materi yang disampaikan disini sangat implementatif, tidak terlalu berat dengan dalil namun disampaikan dengan bahasa yang lebih ringan. Mungkin disadari juga karena saat kajian sebagian besar ibu-ibu membawa serta pasukan alias anak- anak. Hehe.. Namun tetap bisa fokus mendengarkan ustadzah. MasyaAllah.
Pengisi kajian ini berasal dari kota-kota sekitar Belanda, bahkan ada yang dari Jerman. MasyaAllah Tabarakallah.
3. Kajian Dua Mingguan Musihoven
Kalau kajian dua mingguan ini dilakukan rutin setiap hari sabtu sebulan dua kali. Berbeda dengan kajian ibu-ibu diatas, kajian ini bersifat umum, artinya pesertanya bisa laki-laki dan perempuan. Biasanya dilakukan dari pukul 17.00 s/d 19.00. Pengisi materi disini adalah Bapak Rosyid.
Dahulu dilakukan di Mushola Heezerweg, sempat berpindah di rumah pak umar, dan kembali lagi ke Heezerweg.
4. Kelompok Belajar Mengaji Eindhoven
Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah bersabda,”Dan tidaklah sekelompok orang berkumpul di dalam satu rumah di antara rumah-rumah Allah; mereka membaca Kitab Allah dan saling belajar diantara mereka, kecuali ketenangan turun kepada mereka, rahmat meliputi mereka, malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di kalangan (para malaikat) di hadapanNya.” [HR Muslim, no. 2699; Abu Dawud, no. 3643; Tirmidzi, no. 2646; Ibnu Majah, no. 225; dan lainnya].
MasyaAllah saya sangat bersyukur bertemu dengan sahabat-sahabat di sini. Mereka sangat giat dan bersemangat berinteraksi dengan Al-Quran.
Bisa dikatakan kelompok ini seperti kelompok tahfiz. Setiap minggu bertemu dengan ustadzah keturunan Maroko dan menyetorkan ayat demi ayat yang berhasil dihafalkan selama satu minggu. Bagaimana kalau tidak setoran? Tidak masalah.. Kita masih bisa mengulang / murojaah hafalan sebelumnya. Pokoknya tidak memberatkan. Bagi saya pribadi jadi malu juga lama lama kalau hanya murojaah. Hehe Salah satu kekuatan hidup berkelompok. MasyaAllah.
Selain itu, saat ini juga ditambah kegiatan lainnya yaitu mempelajari hukum Tajwid. Ini dimulai dari nol ya. Dari pengucapan huruf-huruf hijaiyah secara benar. Pada kegiatan kali ini Ustadzah dari Indonesia yang pasang badan. Maklum, untuk menjelaskan posisi lidah, gigi dan suara yang dikeluarkan dari kerongkongan dan lainnya butuh bahasa yang mudah dimengerti. Penjelasan ujung lidah menyentuh gigi seri bagian bawah. Kalau pake bahasa selain bahasa Indonesia butuh kerja dua kali otaknya. Pakai bahasa indonesia saja masih kadang salah persepsi. Wkwkwk.
Ini dilakukan online via skype ataupun offline. Memang lebih enak ketemu langsung. Jujur, pada pelaksanaan online pun lancar karena tidak terkendala jaringan internet. Hanya saja si ibu bisa mengkondisikan anak bersama ayahnya sebelum belajar.
5. Jilid Cinta
Ini merupakan kelompok kecil atau halaqoh yang dipersatukan di Belanda. Latar belakang pesertanya juga sangat beragam, mulai dari mahasiswi, mukimin, atau menemani suami seperti saya. Saya pernah silaturahmi ke Wageningen, Schiedam, Delft, Nijmegen, bahkan ada yang dari Groningen. Sedikitnya sebulan sekali bertemu offline dan online.
Kegiatannya tidak jauh berbeda, mengaji, sirah nabawiyah, mendapatkan ilmu agama sesuai tema, mengikuti perkembangan berita internasional maupun di Indonesia dan makan-makan. Hehe.
6. Simak Rekaman Ustadz di Youtube.
Tidak dipungkiri, perkembangan media yang pesat dan mudahnya akses menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu favorit saya. Sembari mengerjakan pekerjaan rumah, kadang saya membuka Channel YouTube beberapa ustadz Indonesia seperti Ustadz Abdul Somad, Ustadz Adi Hidayat, Ustadz Hanan Attaki, Ustadz Salim A Fillah, Ustadz Khalid Basalamah, Ustadz Felix. Terkadang juga Ustadz Nouman Ali Khan, dan Ustadz Zakir Naik. Alhamdulillah.
Pilihlah yang sesuai dihati. Semuanya menyampaikan yang baik, yang insyaallah membuat kita semakin mengenal Sang Khalik.
Anda akan menemui apa yang anda cari.. !
* https://almanhaj.or.id/3001-keutamaan-dan-bentuk-majlis-dzikir.html
Taman Surga di Belanda Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Jika kamu melewati taman-taman surga, maka singgahlah dengan senang.” Para sahabat bertanya,”Apakah taman-taman surga itu?” Beliau menjawab, ”Halaqah-halaqah (kelompok-kelompok) dzikir.” (HR Tirmidzi, no.
















