Yogyakarta, Indonesia. 2026.
seen from United States
seen from France

seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
seen from Germany
seen from United Kingdom
seen from Germany
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from Japan
Yogyakarta, Indonesia. 2026.
Taman Sari Yogyakarta
Taman Sari Yogyakarta (bahasa Jawa: ꦠꦩꦤ꧀ꦱꦫꦶꦔꦪꦺꦴꦒꦾꦏꦂꦠ, translit. Taman Sari Ngayogyakarta) adalah situs bekas taman istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Taman istana ini dibangun pada zaman Sultan Hamengkubuwana I pada tahun 1758–1765. Kebun yang digunakan secara efektif antara 1765-1812 ini pada mulanya membentang dari barat daya kompleks Kedhaton sampai tenggara kompleks Magangan. Namun saat ini, sisa-sisa bagian Taman Sari yang dapat dilihat hanyalah yang berada di barat daya kompleks Kedhaton saja.
Taman Sari memiliki luas 12,666 hektare (31,30 ekar) dengan sekitar 58 bangunan dengan 15 di antaranya merupakan bangunan utama baik berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, maupun danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah air.
Kompleks Taman Sari setidaknya dapat dibagi menjadi 4 bagian. Bagian pertama adalah danau buatan yang terletak di sebelah barat. Bagian selanjutnya adalah bangunan yang berada di sebelah selatan danau buatan antara lain Pemandian Umbul Binangun. Bagian ketiga adalah Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati yang terletak di selatan bagian kedua. Bagian terakhir adalah bagian sebelah timur bagian pertama dan kedua dan meluas ke arah timur sampai tenggara kompleks Magangan. Taman Sari Yogyakarta berlokasi di Jl.Taman, Patehan, Kraton, Yogyakarta, Indonesia.
Studio Alam Jogja
Studio Gamplong atau Studio Alam Gamplong adalah sebuah tempat wisata yang terletak di Desa Gamplong, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman. Tempat tersebut awalnya adalah tempat pengambilan gambar film Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta dan Bumi Manusia karya Hanung Bramantyo. Tempat tersebut didirikan di atas lahan seluas 2,5 hektar.[1] Tempat tersebut diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 15 Juli 2018.[2]
Rincian Biaya:
Tiket Masuk: Donasi sukarela (rata-rata Rp10.000).
Wahana: Biaya tambahan untuk wahana tertentu, seperti:
Kereta Tua: Rp10.000.
Rumah Produksi: Rp10.000.
Rumah Horor: Rp10.000.
Galeri Antik: Rp10.000.
Paket Wahana: Ada diskon jika membeli tiket untuk semua wahana (misalnya, Rp45.000 untuk semua wahana jika harga satuan Rp50.000).
Catatan:
Harga bisa berubah, jadi ada baiknya untuk mengecek informasi terbaru melalui akun resmi Studio Alam Gamplong atau media sosial mereka sebelum berkunjung.
Selain wahana-wahana di atas, masih banyak lokasi dan spot foto menarik lainnya yang bisa dieksplorasi di area studio.
Candi Ijo
Candi Ijo dibangun sekitar abad ke-9, di sebuah bukit yang dikenal dengan Bukit Hijau atau Gumuk Ijo yang ketinggiannya sekitar 410 m di atas permukaan laut. Karena ketinggiannya, maka bukan saja bangunan candi yang bisa dinikmati tetapi juga pemandangan alam di bawahnya berupa teras-teras seperti di daerah pertanian dengan kemiringan yang curam. Meski bukan daerah yang subur, pemandangan alam di sekitar candi sangat indah untuk dinikmati.
Kompleks candi terdiri dari 17 struktur bangunan yang terbagi dalam 11 teras berundak. Teras pertama sekaligus halaman menuju pintu masuk merupakan teras berundak yang membujur dari barat ke timur. Bangunan pada teras ke-11 berupa pagar keliling, delapan buah lingga patok, empat bangunan yaitu candi utama, dan tiga candi perwara. Peletakan bangunan pada tiap teras didasarkan atas kesakralannya. Bangunan pada teras tertinggi adalah yang paling sakral.
Ragam bentuk seni rupa dijumpai sejak pintu masuk bangunan yang tergolong candi Hindu ini. Tepat di atas pintu masuk terdapat kala makara dengan motif kepala ganda dan beberapa atributnya. Motif kepala ganda dan atributnya yang juga bisa dijumpai pada candi Buddha menunjukkan bahwa candi itu adalah bentuk akulturasi kebudayaan Hindu dan Buddha. Beberapa candi yang memiliki motif kala makara serupa antara lain Ngawen, Plaosan dan Sari.
Ada pula arca yang menggambarkan sosok perempuan dan laki-laki yang melayang dan mengarah pada sisi tertentu. Sosok tersebut dapat mempunyai beberapa makna. Pertama, sebagai suwuk untuk mngusir roh jahat dan kedua sebagai lambang persatuan Dewa Siwa dan Dewi Uma. Persatuan tersebut dimaknai sebagai awal terciptanya alam semesta. Berbeda dengan arca di Candi Prambanan, corak naturalis pada arca di Candi Ijo tidak mengarah pada erotisme.
Menuju bangunan candi perwara di teras ke-11, terdapat sebuah tempat seperti bak tempat api pengorbanan (homa). Tepat di bagian atas tembok belakang bak tersebut terdapat lubang-lubang udara atau ventilasi berbentuk jajaran genjang dan segitiga. Adanya tempat api pengorbanan merupakan cermin masyarakat Hindu yang memuja Brahma. Tiga candi perwara menunjukkan penghormatan masyarakat pada Hindu Trimurti, yaitu Brahma, Siwa, dan Whisnu.
Salah satu karya yang menyimpan misteri adalah dua buah prasasti yang terletak di bangunan candi pada teras ke-9. Salah satu prasasti yang diberi kode F bertuliskan Guywan atau Bluyutan berarti pertapaan. Prasasti lain yang terbuat dari batu berukuran tinggi 14 cm dan tebal 9 cm memuat mantra-mantra yang diperkirakan berupa kutukan. Mantra tersebut ditulis sebanyak 16 kali dan diantaranya yang terbaca adalah "Om Sarwwawinasa, Sarwwawinasa." Bisa jadi, kedua prasasti tersebut erat dengan terjadinya peristiwa tertentu di Jawa saat itu. Apakah peristiwanya? Hingga kini belum terkuak.
Mengunjungi candi ini, anda bisa menjumpai pemandangan indah yang tak akan bisa dijumpai di candi lain. Bila menghadap ke arah barat dan memandang ke bawah, anda bisa melihat pesawat take off dan landing di Bandara Adisutjipto. Pemandangan itu bisa dijumpai karena Pegunungan Seribu tempat berdiri candi ini menjadi batas bagian timur bandara. Karena keberadaan candi di pegunungan itu pula, landasan Bandara Adisutjipto tak bisa diperpanjang ke arah timur.
Setiap detail candi menyuguhkan sesuatu yang bermakna dan mengajak penikmatnya untuk berefleksi sehingga perjalanan wisata tak sekedar ajang bersenang-senang. Adanya banyak karya seni rupa hebat tanpa disertai nama pembuatnya menunjukkan pandangan masyarakat Jawa saat itu yang lebih menitikberatkan pada pesan moral yang dibawa oleh suatu karya seni, bukan si pembuat atau kemegahan karya seninya.
Candi Ijo adalah candi yang letaknya paling tinggi di Yogyakarta yang menyuguhkan pesona alam dan budaya serta pesawat yang tengah landing.
TAMAN PINTAR
Sejarah Taman Pintar Yogyakarta dimulai tahun 2004, digagas Pemerintah Kota Yogyakarta untuk menjawab ledakan teknologi informasi era 90-an. Tujuannya?
Meningkatkan minat anak dan remaja pada sains melalui imajinasi, percobaan, dan permainan. Taman ini juga mendukung kurikulum sekolah dengan pendekatan interaktif, dari PAUD sampai SMA.
Buat kamu yang bingung, Wahana Taman Pintar Yogyakarta itu super lengkap! Berikut daftar wahana seru rekomendasi kita buat kamu nikmatin di Taman Pintar:
Planetarium: Menyuguhkan simulasi benda langit, dari planet sampai bintang, lengkap dengan film luar angkasa. Cocok buat pecinta astronomi!
Wahana Bahari: Naik kapal mini keliling miniatur perairan, seru buat anak-anak!
Science Theater: Gedung audiovisual buat nonton film sains dan demo seru, kapasitas 50-60 orang.
Playground: Gratis! Ada Pipa Bercerita, Air Menari, sampai Gong Perdamaian.
Kampung Kerajinan: Belajar membatik, melukis gerabah, atau kaos. Keren, kan?
Gedung PAUD: Khusus anak 2-7 tahun, belajar sains sambil main lego atau kenal profesi.
Gedung Oval dan Kotak: Berisi zona sains interaktif, seperti Generator Van de Graaff (jangan takut rambut berdiri, itu cuma sains, bukan sulap!)
Perpustakaan: Koleksi buku sains dan animasi, plus pertunjukan boneka mingguan.
Taman wisata edukasi dengan gedung bertema sains (Oval, Kotak, Memorabilia), playground luas, dan wahana interaktif untuk segala usia. Nuansanya modern tapi tetap kental dengan budaya Jogja, seperti ajaran Ki Hadjar Dewantara.
Alamat Taman Pintar Yogyakarta: Jl. Panembahan Senopati No. 1-3, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hanya 2 menit dari Titik Nol Kilometer, dekat Malioboro dan Benteng Vredeburg.https://www.telkomsel.com/jelajah/jelajah-nusantara/jelajah-jogja/taman-pintar-yogyakarta-wisata-edukasi-seru-di-jogja
Buku Akik, Sleman, Yogyakarta, Indonesia.
KRATON NGAYOGYAKARTA
Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Kraton Jogja merupakan istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang kini berlokasi di Kota Yogyakarta. Keraton ini didirikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwana I pada tahun 1755 sebagai Istana/Keraton Yogyakarta yang baru berdiri akibat perpecahan Mataram Islam dengan adanya Perjanjian Giyanti. Keraton ini adalah pecahan dari Keraton Surakarta Hadiningrat dari Mataram Islam Surakarta.Total luas wilayah keseluruhan keraton yogyakarta mencapai 144 hektar, yakni meliputi seluruh area di dalam benteng Baluwarti, alun-alun Lor, alun-alun Kidul, gapura Gladak, dan kompleks Masjid Gedhe Yogyakarta. Sementara luas dari kedhaton (inti keraton) mencapai 13 hektar.
Keraton jogja kini juga merupakan salah satu objek wisata di Kota Yogyakarta. Sebagian kompleks keraton merupakan museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kesultanan, termasuk berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan gamelan. Dari segi bangunannya, keraton ini merupakan salah satu contoh arsitektur istana Jawa yang terbaik, memiliki balairung-balairung mewah dan lapangan serta paviliun yang luas.
Keraton Yogyakarta mulai didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I beberapa bulan pasca Perjanjian Giyanti pada tahun 1755.Secara fisik istana para Sultan Yogyakarta memiliki tujuh kompleks inti yaitu Siti Hinggil Ler (Balairung Utara), Kamandhungan Ler (Kamandhungan Utara), Sri Manganti, Kedhaton, Kamagangan, Kamandhungan Kidul (Kamandhungan Selatan), dan Siti Hinggil Kidul (Balairung Selatan).
Arsitek kepala istana ini adalah SultanHamengkubuwana I, pendiri Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Keahliannya dalam bidang arsitektur dihargai oleh ilmuwan berkebangsaan Belanda, Theodoor Gautier Thomas Pigeaud dan Lucien Adam yang menganggapnya sebagai "arsitek" dari saudara Pakubuwono IISurakarta".[7] Bangunan pokok dan desain dasar tata ruang dari keraton digambar berikut desain dasar lanskap kota tua Yogyakarta.[8] Pembangunan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat diselesaikan pada tanggal 7 Oktober 1756 menurut penanggalan Masehi atau 13 Sura 1682 menurut kalender Jawa.Bangunan lain ditambahkan kemudian oleh para Sultan Yogyakarta berikutnya. Bentuk istana yang tampak sekarang ini sebagian besar merupakan hasil pemugaran dan restorasi yang dilakukan oleh Sultan Hamengku Buwono VIII (bertahta tahun 1921-1939).
hingga sekara keraton jogja masih menjadi tempat yang indah dan di pimpin oleh raja yang ke 10 yaitu SRI Sultan Hamengku Buwono X atau nama lengkapnya"Ngarsa Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Sri Sultan Hamengku Bawana Ingkang Jumeneng Kasepuluh, Suryaning Mataram, Senapati Ing Ngalaga, Langgenging Bawana Langgeng, Langgenging Tata Panatagama Ing Ngayogyakarta Hadiningrat." semua itu menjadikanh kraton yogyakarta mendai salah satu pilihan utama wisatawan mancanegara.
Seribu Batu Songgo Langit
Seribu Batu Songgo Langit merupakan destinasi wisata Bantul yang menawarkan beragam atraksi menarik. Seperti pemandangan hutan pinus yang asri hingga spot foto yang kekinian. Kawasan wisata ini dibangun dengan gaya unik menggunakan tema negeri dongeng. Dimana terdapat Rumah Hobbit milik kurcaci yang muncul dalam film The Hobbit dan The Lord of The Rings.
Daya Tarik Seribu Batu Songgo Langit
Mayoritas pengunjung Seribu Batu Songgo Langit adalah kalangan muda mudi dan orang tua yang suka berburu foto instagramable. Sebelum menjadi destinasi wisata, lokasi Seribu Batu Songgo Langit termasuk kawasan hutan pinus yang memiliki ratusan bahkan ribuan batu. Keberadaan batu-batu tersebut seolah-olah menjadi tiang penyangga langit.
Berbicara tentang daya tarik Seribu Batu Songgo Langit sebagai destinasi wisata bisa dilihat dari beragam atraksi yang ditawarkan. Seperti berikut ini.
Pepohonan Pinus Rindang
Wisatawan yang datang ke Seribu Batu Songgo Langit pasti merasa betah berlama-lama. Karena melihat pemandangan pepohonan pinus rindang dari sejak kedatangan. Deretan pohon pinus yang asri juga membuat udara terasa sejuk. Di sini kamu bisa bersantai menghabiskan waktu bersama pasangan atau teman-teman.
Spot Foto Anti Mainstream
Seribu Batu Songgo Langit adalah gudangnya spot foto instagramable dengan background barisan pohon pinus anti mainstream. Kamu akan menjumpai spot foto jembatan kayu panjang berhiaskan lampu yang estetik pada malam hari. Kemudian ada spot foto berupa panggung hiburan, dimana terdapat tempat duduk bertingkat di tengah-tengah hutan pinus.
Ada juga spot foto Rumah Seribu Kayu yang merupakan deretan rumah kecil berbentuk segitiga yang terbuat dari ranting dan kayu di tengah hutan yang rimbun. Di bagian atas terdapat papan bertuliskan "Rumah Seribu Kayu Negeri Dongeng", memberikan kesan magis dan alami. Jalan setapak dari batu mengarahkan pengunjung menuju rumah-rumah unik tersebut, menciptakan suasana seperti berada di dunia dongeng.
Selanjutnya, Rumah Hobbit yang menjadi alasan mengapa banyak orang datang ke Seribu Batu Songgo Langit. Rumah Hobbit dibuat seperti cerita dongen dan kehadirannya membuat tempat wisata ini semakin menarik. Untuk saat ini setiap spot foto tidak dikenakan tarif tambahan, sehingga kamu bisa sepuasnya mengambil selfie. Bahkan, disini kamu bisa bermain kelinci-kelinci lucu, hanya dengan Rp2.000 kamu sudah bisa memberi makan mereka sepuasnya!
Glamping
Seribu Batu Songgo Langit juga menawarkan paket glamping bagi pengunjung yang ingin mencoba bermalam dengan suasana khas hutan pinus asri. Selama glamping, tentu akan ada banyak pengalaman menyenangkan. Kamu tidak perlu khawatir soal fasilitas, karena pihak pengelola sudah menyediakan berbagai hal. Mulai dari ranjang, lemari, meja, sofa, televisi, hingga lampu tidur. Saat merasa lapar, kamu bisa mengisi perut di warung kuliner sekitar objek wisata ini.
Wahana Permainan Menantang
Hal yang sangat menarik di Seribu Batu Songgo Langit selain Rumah Hobbit dan glamping adalah wahana permainan menantang. Mulai dari flying fox hingga ayunan besar untuk dinaiki. Kamu bisa mencoba semua wahana yang ada selama tempat wisata ini buka.
Lokasi dan Rute Menuju Seribu Batu Songgo Langit
Lokasi Seribu Batu Songgo Langit yaitu di Jalan Hutan Pinus Nganjir, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sudah mudah dijangkau dengan motor, mobil, mini bus, maupun big bus berkat akses jalan yang bagus. Untuk durasi perjalanan ke Seribu Batu Songgo Langit, apabila kamu berangkat dari pusat Kota Yogyakarta hampir 1 jam dengan jarak tempuh sekitar 22 KM. Kamu bisa mengambil rute berikut.
Menuju Jalan Imogiri Barat dan lanjut ke Imogiri-Dodongan / Jalan Imogiri-Dlingo / Jalan Mangunan – tiba di Mangunan ambil arah Jalan Hutan Pinus Nganjir menuju tujuan wisata di Sukorame.
Jam Buka dan Fasilitas di Seribu Batu Songgo Langit
Destinasi wisata ini bisa dikunjungi setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Untuk jam buka Rumah Hobbit mengikuti jam buka Seribu Batu Songgo Langit, karena merupakan bagian dari kawasan wisata tersebut. Jika ingin berkunjung, maka waktu terbaiknya adalah pada pagi hari atau sore hari. Dengan demikian, kamu bisa menghirup udara segar khas perbukitan sekalian menghindari terik matahari.
Seribu Batu Songgo Langit juga sudah dilengkapi beragam fasilitas untuk memenuhi kebutuhan pengunjung. Berikut diantaranya:
Papan informasi.
Taman
Warung makanan dan minuman.
Area parkir kendaraan yang luas dan aman.
Toilet bersih dan nyaman.
Mushola dengan perlengkapan sholat.
Tempat sampah di beberapa area.
Spot foto rumah hobbit dan masih banyak lagi.
Harga Tiket Masuk Seribu Batu Songgo Langit
Untuk masuk ke Seribu Batu Songgo Langit, kamu harus membeli tiket dan membayar parkir kendaraan. Harga tiket yang dipatok sangat terjangkau, yakni sebesar Rp. 5.000 per orang. Sementara parkir kendaraan akan dikenakan harga sebesar Rp. 2.000 untuk motor dan Rp. 5.000 untuk mobil.
Seribu Batu Songgo Langit merupakan destinasi wisata Bantul yang menawarkan beragam atraksi menarik. Seperti spot foto kekinian hingga peman