#BanggaBerbatik #Jonegoroan Kemeja batik paling kanan (dengan warna dasar coklat dan corak kepala sapi berwarna merah, hijau, dan biru), merupakan batik asal #Bojonegoro dengan motif #ParangLembuSekarRinambat Dalam Bahasa Jawa, #ParangLembu berarti deretan sapi yang ditambatkan membentuk barisan miring. Sedangkan, #SekarRinambat artinya bunga yang selalu merambat tanpa batas. "Parang lembu sekar rinambat" bermakna, Kabupaten Bojonegoro dikenal harum karena sentra peternakan sapinya, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, serta berkontribusi maksimal untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daging sapi dalam negeri, demi menjaga #KetahananPangan nasional. Kabupaten Bojonegoro, selain merupakan daerah penghasil sumber energi migas dan lumbung padi nasional, juga merupakan sentra peternakan sapi potong. Pada tahun 2016, tercatat 201.953 ekor, populasi ternak sapi potong di Kab. Bojonegoro (Sumber : Kabupaten Bojonegoro dalam Angka, 2016) Kab. Bojonegoro telah ditunjuk sebagai daerah bibit sapi peranakan 'ongole' berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian melalui Direktur Jenderal Peternakan. Selain itu juga, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menunjuk Kabupaten Bojonegoro sebagai daerah percontohan penggembalaan sapi di hutan alias "silvo pastora". Proyek percontohan ini melibatkan Kementerian Kehutanan, Perhutani dan Kementerian Pertanian. Sentra populasi sapi potong terbesar di Indonesia berada di Provinsi Jawa Timur, dengan Kabupaten Bojonegoro merupakan Kabupaten yang tingkat pertumbuhan populasi sapinya terbesar tahun 2009 sampai 2013 dibandingkan dengan Kabupaten lainnya di Provinsi Jawa Timur yaitu sebesar 13.99 persen. (Sumber : Abstraksi "Analisis Daya Saing Usaha Penggemukan Sapi Potong Di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur", 2016, Lestari, Retna Dewi; Baga, Lukman Mohammad; Nurmalina, Rita) http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/80137) #Matoh (at Bodjonegoro, Jawa Timur, Indonesia)