...kembali memungut asa yang nyaris diujung tanduk. Tanpa kata membiarkan kerikil2 itu mengecap cairan amis berwarna merah gelap. Membiarkan riak daun tertiup angin mengejeknya hingga ranting itu patah. "Sedikit lagi.." ucapnya. Gadis itu terus berjalan. Menyusuri kepahitan hidupnya yang menggelikan. Sesekali dia pun tertawa, disela kesakitan yang menyesakkan itu, dia tertawa, gadis itu. Tertawa hingga pelupuk matanya berair dan berakhir mengenaskan dengan lingkaran hitam menyebalkan. Terlalu marah, terlalu kecewa. Memukul dada sebelah kirinya mungkin akan membuatnya merasa lebih baik, pikirnya. Tapi kenyataan selalu berhasil membawanya kembali. Ini terlalu berharga, terlalu menyenangkan, hingga ia tak tau harus berekspresi seperti apa. Perasaan ini, menyenangkan, tapi juga menyakitkan. #journaljey01











