Bagaimana Cara Agar Tidak Mudah Marah
Bulan Ramadhan merupakan bulan penempaan bagi kita. Bulan dimana disebutkan oleh Allah dalam Surat Al-Baqarah, kita diperintahkan untuk berpuasa di bulan ini, agar kita mampu meraih derajat Taqwa. Bukti puasa kita berhasil adalah apabila setelah bulan puasa berakhir kita semakin bertaqwa kepada Allah swt. Dan salah satu indikator ketaqwaan kita adalah kemampuan seseorang menahan amarah.
Ternyata, marah itu banyak ragamnya. Ada marah yang justru diwajibkan, disunahkan, mubah dan marah yang dimakruhkan. Dan tentu ada marah yang diharamkan atau dilarang. Nah, marah yang diharamkan adalah marah yang disertai caci maki, kata-kata kotor, merusak berbagai fasilitas hanya karena pribadinya tersinggung, direndahkan atau sesuatu terjadi tidak sesuai harapan. Jenis marah inilah yang diharamkan dan wajib kita menghindarinya. Hukumnya wajib bagi kita untuk menahan agar tidak marah senacan diatas ya muslimah...
Disadari atau tidak, ternyata marah itu sumber dari berbagai keburukan dan kerusakan. Secara sosial persahabatan membuat seseorang hatinya semakin jauh. Secara kesehatan, marah adalah sumber berbagai penyakit seperti pencernaan, jantung, depresi dan lain sebagainya. Makanya Rasulullah pernah bersabda “jangan marah, maka bagimu surga.” Laa.. taghdhob walakal jannah, J udah jangan marah ya...
Hijab Complements - Jual Aksesoris Hijab punya tips buat kamu nih...Bagaimana caranya biar kita ngga gampang marah...
Pertama, bacalah taawudz (A`ūdzu billāhi minas-syaitānir-rajīmi) saat ada sesuatu yang memancing Anda marah. Kita minta perlindungan dari godaan setan karena memang marah sifat dan kebiasaanya setan. Ulangi beberapa kali bacaan bacaanya jika amarah masih aja terus berkecamuk dalam dada. Ulangi dan ulangi terus saat kejengkelan melanda
Kedua, saat marah diamlah. Mengapa harus diam? Karena waktu kita marah, biasanya kata-kata kita akan semakin nggak terkontrol dan cenderung kasar. Maka saat punya kesempatan untuk marah segera diamlah. Apabila Anda tidak tahan untuk diam, tuliskanlah amarah Anda di dalam kertas yang ada, setelah itu sobek-sobeklah kertas itu. Hehe... dicoba yakk..
Ketiga, ubah posisi tubuh Anda. Coba Anda perhatikan, orang marah biasanya punya posisi tubuh tertentu, segera ubah posisi tubuh kamu. Bisa dimulai dari yang semula berdiri, duduklah, bila memungkinkan berbaring maka berbaringlah. Intinya kamu perlu merendahkan tubuh kamu dari posisi sebelumnya ya.
Keempat, berwudhu. Saat kamu marah, sebenarnya syaitan telah menggoda dan menguasai kamu loh sobat, karena syaitan terbuat dari api, dan api bisa dikalahkan dengan air, makanya waktu kamu marah segeralah berwudhu. Kalo memungkinkan kamu juga disarankan untuk mandi, kemudian berwudhu itu lebih baik.
Yang harus diingat, bila usai puasa kita masih sering marah atau mudah murah itu pertanda ibadah puasa kita gagal. Boleh jadi kita hanya mendapatkan lapar dan dahaga namun tidak mendapat pahala puasa serta tidak mendapat kedudukan mulia disisi-Nya, yaitu taqwa. Rugi khan?

















