Belajar dari Salah Satu Kaidah Fiqh
Pernah nggak sih kalian ada di masa-masa merindukan kebiasaan lama yang kini rasanya semakin memudar?
Memang benar, baik menulis maupun keterampilan lain jika tidak senantiasa diasah akan menjadi tumpul. Kurasa sudah sekian lama aku tidak menulis sebuah cerpen atau artikel tentang hikmah kehidupan atau juga opini di media. Setelah sekian lama aku ‘ditubruk’ dengan keadaan yang mengharuskanku menghabiskan banyak waktu dan energi di sana, porsi khusus dan target menulisku kembali tak bersisa.
But, yeah.. Nggak apa-apa sebenarnya. Tinggal kembali coba mulai dan konsistenkan ulang aja. Sebuah kaidah Fiqh yang selalu bikin aku kembali tersenyum dan semangat tetap lanjutkan meski mungkin tak seoptimal dan sebagus dulu adalah : “Apa-apa yang tidak bisa diperoleh seluruhnya, jangan tinggalkan seluruhnya (yang mampu dikerjakan).”
Ya itu benar. Nggak papa nggak meraih semua target yang diharapkan. Pokoknya tetap lanjutin aja meski bisanya dikit-dikit.
Barusan aku balik ulang liat-liat sosmed yang kujadikan sarana buat berbagi, hmm banyak yang udah lamaa banget nggak ada update ya wkwk. Yang update mulu malah cuma IG dan tiktok haha.
Dulu aku udah memulai podcast beberapa episode (di anchor dan kuupload juga ke youtube), mulai merutinkan ikut projek nulis buku antologi sebulan sekali, rutin mengirim tulisan ke media atau surat kabar, mulai bikin blog, dan lainnya. Tapi banyak dari hal-hal itu yang berhenti. Padahal ini semua adalah juga kebaikan dan bisa jadi sumber kemanfaatan yang kalau bisa tetap aku lanjutkan. Bismillah.. Semoga semua ini bisa jadi amal jariyah yang tetap mengalir kebaikannya sampai suatu saat nanti Allah memanggilku kembali.
((Mendadak merenung ini :” .. jadi inget tentang pentingnya selalu mengingat kematian))
Yok semangat kita untuk tetap menghasilkan konten-konten yang bervisi dan berisi kebaikan di sosmed atau sarana apapun itu.. miris juga kalau sadar buanyak bingit di luar sana ‘pabrik-pabrik’ penghasil konten kurang faedah yang justru merusak moral dan aqidah teman-teman muslim dan Indonesia.. Keharusan kita untuk mengimbangi bahkan mendominasi media apapun itu dengan kebaikan-kebaikan menjadi makin besar.
Yaa gitulah ya intinya. Yok semangat kita!