Foto ini saya ambil ketika menunggu sholat jumat tiba. Saat itu yg terpikirkan hanyalah; bagaimana reaksi para jamaah ketika mendengarkan khotbah Jumat.
Beberapa dari mereka ada yang mendengarkan dengan khusyuk, ada yang diam, ngantuk bahkan tertidur. Sementara para anak2 kecil bersenda gurau dengan kawan2nya. Ternyata pemandangan ini menarik utk diabadikan. Simple dan sesederhana itu..tapi ya itulah adanya.
Nah, kemudian kita bicara sedikit tentang Fotografi. Ada yg salahkah dengan foto saya diatas?. Lucunya ada sebagian orang yang menganggap foto tersebut bukan fotografi. Lho. Dengan alasan bahwa saya mengambilnya dengan menggunakan kamera hape. ‘Bukan fotografi?’ Lalu apa?. Toh konsep fotografi digital jg kok yg diadopsi produsen hape. Simpelnya, cara kerjanya pun sama menangkap cahaya yg dikirim melalui sensor. Mungkin mereka beranggapan kamera hape bersensor kecil dan tidak mumpuni jika diaplikasikan ke media lainnya. Misalnya dicetak dalam ukuran besar.
Apa jadi masalah?…ah bagi saya nggak tuh.
Bagi saya, semua media perekam gambar, (apapun itu), apabila menghasilkan sebuah image visual/still image. Berarti itu sudah Fotografi namanya. Sesuai dengan nama asalnya Foto dan Grafos (cari sendiri di google ya). Masalah sensor dan pengaplikasiannya pada media lain, ya tergantung yang dibutuhkan. Fungsionalnyalah.
Ada beberapa kelebihan dari kamera ponsel adalah, bentuknya yg ringkas sehingga tidak mengintimidasi subjek. Mudah dioperasikan dan bisa menjadi kamera backup (draft image) sebagai penanda waktu, tempat dan suasana. Terutama apabila ingin membuat sebuah foto story sebelum kita memotretnya dengan Kamera utama. Dan msh banyak fungsi lainnya..ya yg jelas sih Selfie/Swafoto adalah menu wajib bagi sebagian orang.
Pro dan kontra tentang fotografi ponsel memang selalu ada. Tapi kita harus tetap bijaklah. Toh yang terpenting adalah prosesnya. Proses berpikir, berkonsep dan berkarya. Saya pikir, jika seseorang menggunakan kamera kelas ataspun, kalau tidak didasari dengan konsep, polapikir, estetika, dsbnya..maka hasil fotonya ya gitu gitu aja kok. Kalo kata orang sih 'Man behind the Gun', tapi kl kata saya lebih ke 'Man behind the Process'.
Jadi, salahkah kita memotret dengan kamera hape/ponsel. Kalo saya sih jawabnya NGGAK. Yang salah itu ya Koruptor!
Trus bagaimana dengan Streetphotography?…yaa Sikat aja. Sampe memory card mu full.