Mengenal Coworking Space, Konsep Ruang Kerja Bersama yang Menjadi Favorit Perusahaan Startup
Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat juga berimbas pada pertumbuhan dunia entrepreneur. Tak kalah dengan Silicon Valley, di Indonesia pun kini ada banyak startup-startup baru yang bermunculan dan mulai berkembang. Karena hal tersebut, tren ruang kerja bersama atau coworking space yang sangat identik dengan para pekerja startup akhirnya juga semakin menjamur dan banyak didirikan di kota-kota besar di Indonesia, utamanya Jakarta.
Coworking space pada dasarnya merupakan konsep ruang kerja yang dapat digunakan secara bersama-sama oleh beberapa startup atau perusahaan. Asal definisninya sendiri berasal dari kata “coworking” yang memilili arti kerja sama atau kolaborasi.
Jadi, tidak seperti kantor-kantor konvensional yang umumnya menyekat para pekerjanya dengan bilik-bilik kerja, di coworking space semua orang dapat saling berinteraksi dan berkolaborasi secara positif untuk meningkatkan semangat dan produktivitas kerjanya.
Kemudian, selain konsep open space dan transparan, hal lain yang juga menjadi ciri khas dari coworking space adalah kesan “homey” yang ditawarkan. Di coworking space, ruang kerja yang dihadirkan tidak memiliki kesan monoton seperti kantor-kantor konvensional, tetapi lebih menghadirkan atmosfer yang nyaman dan santai dengan desain interior yang menyegarkan mata.
Di samping itu, ada juga beberapa fasilitas pendukung seperti meja dan kursi yang nyaman, jaringan internet, stop kontak, layanan cetak dokumen, hingga kafe atau bar yang menyediakan aneka minuman dan makanan ringan.
Asal Muasal dan Perkembangan Coworking Space
Awal mula kemunculan coworking space ini dimulai pada tahun 2002 di Wina, Austria. Pada saat itu, Stefan Leitner-Sidl dan Michael Poll mendirikan sebuah tempat yang bernama Schraubenfabrik sebagai tempat berkumpul para entrepreneur. Tempat inilah yang kemudian mulai banyak diadopsi dan saat ini dikenal sebagai coworking space. Karenanya, tak heran jika Schraubenfabrik sering disebut sebagai Mother of Coworking Space.
Namun, tempat yang memakai nama coworking space baru muncul pada tahun 2005 di Spiral Muse, San Francisco, Amerika Serikat. Selain menawarkan tempat kerja yang nyaman, tempat yang didirikan oleh seorang developer bernama Brad Neuberg tersebut juga menawarkan makan siang bersama, meditasi bersama, hingga kegiatan bersepeda.
Di Indonesia sendiri, konsep ini baru muncul dan pertama kali diterapkan pada tahun 2010 oleh komunitas anak muda Bandung yang mendirikan Hackerspace Bandung. Setahun setelahnya, konsep coworking space kemudian mulai bermunculan di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, dan kota-kota lainnya.
Apa Keuntungan Bekerja di Coworking Space?
Nah, apa sebenarnya keuntungan bekerja di coworking space ini? Sesuai dengan definisi dan pengertian coworking space yang telah dibahas sebelumnya, pada dasarnya coworking space ini mengusung konsep terbuka dan transparan. Dengan demikian, para individu yang ada didalamnya akan berkesempatan untuk saling berkinteraksi, membentuk jaringan baru, atau berlolaborasi demi kemajuan bisnisnya masing-masing.
Terlebih lagi, sebuah coworking space umumnya juga menerapkan kriteria tertentu untuk startup-startup yang ingin bergabung untuk menjaga kualitas dan menghadirkan tema usaha tertentu.
Sebagai contoh, ada coworking space yang hanya menerima perusahaan atau startup yang bergerak dalam jasa pembuatan software dan aplikasi. Dengan adanya pengelompokan seperti ini, setiap individu yang bekerja di dalam coworking space tersebut pastinya akan berkesempatan untuk memperoleh pengetahuan baru dari individu lain yang juga bekerja di sana.
Itulah sedikit penjelasan mengenai pengertian, asal muasal, serta keuntungan bekerja di coworking space. Semoga bermanfaat!
Coworking space dan Virtual Office merupakan salah satu andalan para startup di zaman ini tentunya karena fleksibilitas yang mudah dan murah tentunya tanpa terkesan murahan.