. . Tahun lalu, saya empat kali mengunjungi Museum Affandi dlm rangka mengikuti Ramadhan di Museum bersama @malamuseum. . Sebuah kesempatan emas, karena sejak kecil, kisah Affandi dan Kartika sudah terpatri di pikiran saya. . Pakdhe di Lampung sambil melukis selalu bercerita ttg Affandi, ttg Kartika si Bunga Matahari dan ttg kenangan masa mudanya pacaran di Museum Affandi di tepi sungai Gajah Wong. . Di Museum Affandi, ada satu galery yg berisi hanya lukisan Kartika. Bukan hanya lukisan, ada juga patung karya Kartika. Kartika mmg belajar seni patung di London. . Tapi bukan itu yg paling menarik, bbrp lukisan Kartika bicara ttg patah hati dari sisi yg sangat perempuan. . Untuk pertama kalinya, saya sadar, selama ini saya melihat Affandi dan Kartika seperti Dewa, Maestro, Pujaan, Legenda. Saya lupa, bahwa Kartika adalah manusia biasa yg hatinya pernah remuk redam karena patah hati. . Perjalanan cinta Kartika mmg tdk seberuntung ayahnya, dua kali menikah dan gagal. Kalian bisa rasakan di bbrp lukisannya, bgmn sulitnya menata hati yg patah dan bangkit kembali. . Tdk pernah mudah hidup bersama seorang seniman yg tiap hari emosinya mudah dipengaruhi perubahan suasana di sekitarnya. Dan Kartika, beliau adalah penyair di atas kanvasnya. . Sejak itu, saya berdoa, suatu saat bisa bertemu dgn Kartika, bukan untuk berfoto bersama. Tidak. Bukan itu. . Saya ingin melihat secara langsung bgmn seorang Kartika bekerja. Menulis larik-larik puisinya dlm lukisan. . Tak berapa lama, alam semesta pun menjawab, di sebuah hari yg indah. Pagi itu, saya duduk-duduk sambil ngopi melihat Kartika melukis dlm jarak yg begitu dekat. . Langit Jogja yg mendung pun tampak biru dimata saya. Saya duduk diam-diam di samping beliau, memotret Kartika dari semua sudut. . Terkadang Kartika yg sibuk melukis, menoleh dan menatap saya, pikirnya: "Ada anak aneh yg melihatku terus menerus". Meski begitu, saya tidak beranjak. Saya menatap lekat-lekat Kartika hari itu, menikmatinya dan merangkumnya dlm ingatan. . Ingatan ini adalah oleh-oleh buat mamak di rumah dan buat anak-anak saya kelak: "Kartika Affandi, sang maestro, melukis dihadapanku". . #CeritaJogja #kartikaaffandi #pacarkecilku









