–(Enigma Kesendirian)– . Dalam kegesangan nurani Di tepi cakrawala sebatas pandang yang tertampar bibir sunyi İzinkan aku memelukmu dari kejauhan ini Menjadi hamba dari sebuah enigma yang tak pernah ku mengerti . Waktu yang selalu saja tergesa-gesa dalam berdetak Memburaikan titahnya, meracuni setiap sekat otak Huruf-huruf berhamburan, perlahan mengungsi pada jantung puisi yang telah terkoyak Sementara jagad, hanya mencibir meratapi senja yang kian beranjak . Laksanakan daun menari Dalam keterdiaman aku kembali berlari menghidupi mimpi-mimpi Sembari menikmati luka yang tercipta tanpa anestesi Menikmati perih tanpa harus merintih Dari aroma dusta yang memburamkan lembah kasih . Kasih … Tetaplah disana Biarkan aku belajar beranjak dari altar paling nestapa Biarkan aku memeluk kesendirian yang ada Dalam setiap untaian doa yang mengiba-iba Aku yakin jarak akan menyusut dengan sendirinya Lalu kita akan menjadi sepasang fana Yang mengabadikan cinta hingga jannah-Nya . . Kaum_Kusam Banyumas, 15 Juni 2K17 By @azka_mahfudh 📷 @quxaro . #KaumKusam #poem #CelotehanKaumKusam #kbmo10 #nulisphilia #prosanusantara










