Sungguh perjalanan ini sangat melelahkan.. Terkadang aku tak cukup kuat dalam menahan fitnah dunia lebih lagi menahan hawa nafsu akan kefanaan yang ada.
Terkadang aku tak cukup kuat untuk mengendalikan diri,
Terkadang jiwa ini ringkih dan kering akan iman,
Terasa berat dalam melangkahkan kaki untuk datang ke majelis ilmu,
Terasa berat untuk duduk sejenak murojaah hafalan yang hampir hilang,
Terasa berat mengerjakan amalan wajib
bahkan sunnah ,
Terasa berat... Naudzubillah
Betapa buruk perjalanan ini, malunya diri kepada Rabb yang memeberikan tubuh dengan organ yang lengkap namun tak dapat beribadah dengan maksimal
Malu, kepada sang Rabb ketika nanti di tanya tentang apa saja yang kita lakukan didunia? Apa yang kita lakukan dengan Harta? Tubuh? Pakaian? Hal sekecil apapun didunia akan dipertanggung jawabkan
Malu ketika kita berbuat maksiat tetapi tak ada satupun kata penyesalan. Padahal sejauh apapun, diruang gelap, ditempat sepi sampai tidak ada satupun orang yang melihat kemanapun kamu pergi Allah akan tetap tahu. Tapi kita merasa acuh tak acuh menganggap bahwa Allah tidak akan melihat dan para malaikat tak akan mencatatnya.
Perjalanan ini memang melelahkan, bersabarlah..
Dunia ini memang menyakitkan bagi orang yang beriman karena disetiap jalannya ia akan di uji untuk ketingkat yang lebih tinggi.
Semakin berat ujian semakin banyak bekal yang ia dapatkan.
Ia akan diuji dengan keluarga nya, hartanya, temannya, bahkan orang yang ia sayangi
Satu per satu kita akan melihat kepergian dari orang disekitar,
Tak akan pernah tahu, bahkan jikalau itu aku mohon Ridhoi diriku, ikhlaskan kepergianku dan maafkan semua kesalahan ku
Agar kelak diri ini mudah untuk melewati perjalanan yang sesungguhnya.
Akhir dari perjalanan manusia, sampai ia berada di sirat pada saat itulah sebuah akhir dari perjalanan garis finish yang sesungguhnya, "syurga atau neraka" ?
Aku ingin bertanya, maka untuk apa kamu hidup? Apakah hanya sekedar berlela-leha lalu menyesal atau bersusah-susah lalu bahagia?
Maka dari itu lakukanlah amal kebaikan meskipun itu berat dan susah bagimu jika bukan diri kita yang memaksa. Maka siapa lagi?
Semoga Allah mempermudah jalan kita menujuh jannah, ingat teman syurga itu tidak murah, ia mahal karena kita pun tidak akan pernah tahu amalan mana yang akan menghantarkan kita ke syurga Allah..
Bersabarlah, semua jalan yang ditapaki akan berakhir cepat atau lambat.
Bersabarlah, dalam iman dan takwa janji Allah itu pasti.











