PERJALANAN KEMBALI
Aku tak pernah lupa bagaimana ekspresi kaka tingkat yang sekaligus menjadi ketua panitia kegiatan orientasi mahasiswa baru saat menyampaikan sesuatu dengan berapi api.
Aku ingat betul bagaimana bunyi ayat Al quran yang beliau bacakan di depan mahasiswa baru saat itu
اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَا
Yang artinya:
“Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.”
Dan baru ku ketahui itu adalah ayat ke 172 dari surah Al A'raf (7) ketika membaca Al Qur'an.
Pertemuan dengan ayat ini cukup unik sekali. Karena aku mengetahui bunyinya terlebih dahulu, baru kemudian keterangan ayatnya. Ayat yang terngiang di benakku ini menjelaskan bahwa setiap ruh kita sudah bersaksi hanya Allaah-lah Tuhan semesta Alam.
Hari ini, semakin memperdalam lagi pembahasan mengenai ayat ini. Sesungguhnya setiap manusia sudah terinstal sesuatu yang bernama ruh, jasad, dan akal. Dan semua hal itu tersinkron dengan baik untuk membuat kita kembali menuju apa yang sudah ruh kita ucapkan jauh sebelum kita lahir ke dunia. Yaitu seperti yang disebutkan dalam surah diatas.
Bahwa sejatinya, perjalanan hidup kita di dunia adalah kembali kepada Allah. Bahwa sebenarnya, manusia terinstal fitrah baik yang seringkali tersesat oleh hawa nafsunya sendiri
Dan bulan puasa adalah cara yang paling tepat untuk melatih ruh kita agar menguasai jiwa kita. Ruh dan akal yang mendominasi jasad agar mengendalikan hawa nafsu
Masya Allah hari ini belajar banyak sekali di Kelas Mengejar Cahaya bersama Ustadz Akmal Sjafril.
SUB 02.Ramadhan.1433 | 03.04.22 22.16












