Hasil Konferensi Energi Nasional Mahasiswa Indonesia 2011
Greeners!! Tahu ga sih kalo bulan kemaren KM ITB ngadain konferensi tentang energi? Judulnya KENMI. Nah, siapa yang tau hasilnya? Ini sebenernya ada di milis bareng laporan kegiatan KENMI. Tapi sayang kan disimpen sendiri aja hasilnya. Hehe.
Konferensi ini berlangsung di wisma Tut Wuri, Gedung P4TK dari tanggal 24 sampai 27 Maret 2011. Konferensi ini mengangkat tema kemandirian energi nasional indonesia. Peserta konferensi adalah BEM seluruh Indonesia yang diundang oleh panitia konferensi ini. Konferensi ini diadakan oleh Keluarga Mahasiswa ITB yang menjadi koordinator isu dari energi.
Pada hari pertama berlangsung forum mengenai tatatertib dari konferensi ini. Pada hari kedua berlangsung pemilihan Presidium sidang untuk memimpin berjalannya konferensi. Presidium I dijabat oleh Jalisman Filihan dari ITS, presidium II oleh Ramadhani Pratama dari ITB serta presidium II oleh Hasan Basri dari ATIP.
Di hari yang ketiga, peserta konferensi membahas masalah energi yang dialami Indonesia. Masalah yang ada dibagi menjadi 3 pokok yaitu Subsidi BBM, Diversifikasi Energi serta Kebijakan pemerintah mengenai energi. Serta dibentuknya komunitas energi nasional mahasiswa Indonesia untuk mendukung atau melaksanakan hasil konferensi ini.
Diakhir dari konferensi ini dibacakan sikap dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia yang menyatakan bahwa pembatasan subsidi BBM dapat dilakukan dengan syarat sebagai berikut:
Pemerintah harus dapat menjelaskan kebijakan 3 opsi yang logis dan dapat diterima
Pemerintah menjamin daya beli masyarakat miskin
Pemerintah menjamin tidak adanya celah kebijakan
Pemerintah harus melaksanakan langkah konkret untuk diversifikasi energi
Perlu adanya manajemen yang jelas (planning, organizing, actuating, controling)
Menggiatkan program kampanye konservasi energi untuk rumah tangga maupun publik
Persiapan program kompensasi pengalihan dana subsidi BBM
Terjaminnya daya beli masyarkat miskin
Terjaminnya tidak ada celah kebijakan
Harus ada controlling dan follow up
Potensi zakat dimanfaatkan
Akselerasi diversifikasi, penekanan pada regulasi
Realisasi program kompensasi pengalihan dana subsidi BBM
Melakukan pengembagan transportasi massal yang aman, nyaman dan handal.
Adapun sikap kami terkait diversivikasi
Menekan pemerintah untuk mempeercepat program diversifikasi (solar cell, geothermal, liquid oil, microhydro, gas alam, ocean thermal energi conversion, angin)
Terkait masalah transportasi, menuntut adanya usaha pemerintah mengembangkan infrastuktur yang tadinya bergantung pada BBM ke biofuel atau BBG dan listrik serta meningkatkan efisiensinya.
Insentif bagi pelaku diversifikasi energi
Mengangkat potensi lokal tentang diversivikasi energi
Meningkatkan kontrol terhadap peraturan pemrintah terkait diversifikasi
Adapun sikap terhadap kebijkan pemerintah yaitu:
Mempertegas pelaksanaan UUD 1945 pasal 33 ayat 2 dan 3
Revisi UU yang berkaitan dengan:
Meninjau ulang isi BIT yang terkait dengan energi serta mengambil tindakan yang diperlukan
Menunjukan konsistensi pemerintah dengan mengadakan sosialisai dan transparansi pelaksanaan blueprint PEN 2025 kementrian ESDM ke semua stake holder terkait
Maksimilasi zakat dan lembaga keuangan berbasis mikro sebagai alternatif investasi energi
Menggiatkan program konservasi energi untuk keperluan rumah tangga maupun publik dan mengembangkan transportasi massal.