Aminah binti Wahab bin Abdul Manaf Bunda Yoan Jumat, 23 November 2018 Jam 12.00-13.00 WIB Dulu, kalangan perempuan Mekah terbagi 2, kalangan pertama kalangan yang perempuannya memiliki jabatan, terkenal. Kalangan kedua, perempuan yang tertutup, tidak terkenal. Aminah masuk ke dalam kalangan kedua. Aminah keturunan dari nasab yang bangsawan. Dilahirkan di Mekah, ayahnya pemimpin sebuah kaum. Ibunya bernama Barah. Zaman Aminah tidak ada Nabi yang diutus, dan Aminah mengikuti ajaran Nabi Isa. Abdullah itu pemuda tampan, tinggi, gagah. Banyak wanita yang menyukainya. Tapi, ayahnya Abdullah tak ingin menjodohkan dengan wanita-wanita yang menyukai Abdullah. Ayahnya menjodohkan Abdullah pada Aminah. Aminah wanita tercantik pada saat itu. Dinikahkan dengan sederhana, dengan mahar 1 kebun kurma, min 60ha. Abdullah memiliki cahaya diantara kedua matanya. Saat menikah, cahaya itu pindah ke Aminah. Bapaknya Aminah didatangi laki-laki yang memberitahukan bahwa kelak di keluargamya akan lahir seorang anak yang berkuasa. Saat Aminah hamil 3-4 bulan, Abdullah diminta ayahnya untuk berdagang ke Gaza. Abdullah merasa sedih meninggalkan Aminah, padahal biasanya Abdullah selalu senang saat diajak berdagang. Saat arah pulang, Abdulah sakit dan meninggal. Aminah tidak merasakan lelahnya hamil. Dan tidak nifas setelah melahirkan. Aminah bermimpi didatangi Nabi-Nabi sebelum Rasulullah sejak dari bulan pertama. Saat melahirkan ditemani Hawa, Sarah, Asiyah binti Muzahim, Maryam. Allah memerintahkan para Nabi berbaris, malaikat-malaikat berkumpul dan menutup gerbang langit sehingga jin-jin dan syaithan tidak turun ke bumi. Pada usia Nabi yang ke 5 thn, Aminah meninggal saat perjalanan pulang setelah ziarah ke makam Abdullah. Wallahu alam
















