Abu Bakar Ash-Shiddiq (Serial Sahabat Nabi)
Bunda Yoan
Jumat, 23 Maret 2018
Jam 12:05-12:15 WIB
Ruang Vintage Violet
- Orang pertama yang mengakui kenabian dan segala hal yang Nabi ucapkan.
- Manusia yang paling membuat iri Umar bin Khattab
- Yang menemani Rasulullah hijrah
- Mertua Nabi
- Paling dermawan
- Jika diperbolehkan memilih kekasih selain Allah, maka Rasulullah lebih memilihnya
- Paling lembut sifatnya
Abdullah bin Abdul Khuhafah dari suku Quraisy asli, lebih muda 3 thn dari Rasulullah. Yang tidak pernah menyembah patung, khamr meski masih di zaman Jahiliyahnya. Sempat memuntahkan makanan karena keharamannya, lebih memilih mati daripada menelannya. Abu Bakar pernah memberikan seluruh hartanya demi membela Islam. Pengusaha kaya raya. Menawarkan Aisyah menjadi istri Nabi.
Rasulullah meminta Bilal mencari Abu Bakar untuk menjadi imam. Atas inisiatif Bilal karena tidak menemukan Abu Bakar dipilihnya Umar untuk menggantikan. Saat mengetahui itu Umar marah pada Bilal, maka mereka berdua mencari Abu Bakar bersama. Aisyah pernah berkata, mengapa Abu Bakar yang menjadi imam, dia kan mudah menangis. Menjadi imam yang mudah sekali menangis meski yang dibacakan baru ayat pertama surat.
🌸
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
[Quran 5:3]
🌸
Turun ayat itu saat fathul Makkah, tapi hanya Abu Bakar yang menangis diantara keramaian dan kebahagian orang-orang.
Saat subuh terakhir, Rasulullah berkata, “Ada seorang laki-laki yang diberikan pilihan, mau bertemu dengan kekasihnya atau memilih kembali ke keluarganya? Dan laki-laki itu memilih bertemu dengan kekasihnya”.
Dan lagi hanya Abu Bakar yang menangis diantara diamnya para jamaah mendengar khutbah Rasulullah. Dan ditanya, “Mengapa engkau menangis?”
“Tahukah kau? Yang dimaksud laki-laki itu adalah Rasulullah”.
Jika Rasulullah masih hidup akan marah sekali dengan Syiah yang mengatakan Abu Bakar La bukan Ra (Laknatullah).
Saat di pemerintahan, Abu Bakar meminta untuk mengumpulkan ayat-ayat Al-Quran. Abu Bakar juga meminta untuk mencek harta kekayaannya, jika ada lebihnya harus diberikan kepada Khalifah setelahnya.
Kekhalifannya yang sempurna, akhlaknya menganggumkan yang membuat kepayahan bagi khalifah penggantinya untuk mengikuti jejaknya. Umar tidak percaya diri menggantikan sosoknya menjadi khalifah.
Saat semua meragukan Isra Miraj Nabi, hanya Abu Bakar yang meyakininya. Dikumpulkannya semua orang yang sudah pergi ke Palestina untuk menanyakan selak beluk, jalanan, masjid, rumah di Palestina kepada Nabi demi memberi bukti bahwa yang dikatakan Nabi adalah benar, bukan karangan.
Abu Bakar yang berjalan di depan, lalu ke belakang, dan ke samping kanan kiri Nabi, menjaga jika ada Quraisy yang ingin membunuh Nabi dalam perjalanan hijrahnya menuju Madinah. Kekhawatirannya terlihat jelas dalam raut wajahnya, seakan-akan seperti ia sendiri yang akan dibunuh bukan Nabi.
Abu Bakar rela berdiam dan pasrah saat digigit kalajengking di Gua Hira. Ia bahkan memelankan nafasnya agar Nabi tak terbangun dalam pangkuannya.
🕐
Intermezo:
Faqiha, 12 thn, anak teman saya (red:Bunda Yoan) yang meninggal dunia Selasa lalu karena mengidap kanker rahim sejak umurnya 10 thn. Ia anak ke tiga dari lima bersaudara, anak pertamanya sudah mendahului kepergiannya, saat berumur 4 thn meninggal karena demam berdarah, dan makamnya menjadi satu dengan makam faqiha.
Teman saya ini adalah ibu yang kuat, ia ikhlas ditinggalkan ke dua anaknya yang masih kecil-kecil. Faqiha meninggal karena tidak kuat dengan kemoterapi, kanker rahimnya telah tidak ada, tapi bermutasi menjadi kanker darah, lalu mengenai paru-paru.
Sebelum Faqiha meninggal sang ibu memposting permintaan Faqiha untuk pergi umroh, dan ada seorang teman yang membacanya lalu mengumrohkan mereka berdua.
Tiga hari sebelum Faqiha meninggal, ia sempat bertanya pada sang ibu, “Bun, itu siapa? Ada orang yang cakep jenguk aku”.
Ibunya berkata, “Faqiha, kalau orang itu datang lagi, bilang, jangan sekarang, nanti saja, Faqiha ingin tidur”.
Faqiha pun menuruti kata sang ibu, bahkan dalam tidurnya pun Faqiha mengigau sedang mengusir orang tersebut.
Pada hari terakhirnya, Faqiha berkata pada ibunya, “Bun, itu siapa? Kok banyak banget yang jenguk aku, cakep-cakep semua lagi”.
Ah, ibu mana yang tidak ngilu, ia tahu anaknya akan meninggal dunia dan tak pernah lepas berdoa untuk memudahkan jalannya, mengikhlaskan segalanya dan doa si ibu terkabul, Faqiha meninggal dunia dengan suhu badan 45 derajat celcius tanpa kejang, dan badan berubah menjadi dingin secara perlahan-lahan, ada kata Allah yang sempat diucapkan Faqiha.
Di hari-hari terakhirnya, Faqiha sempat berterima kasih pada si ibu yang telah mengajaknya umroh dan membuatnya bahagia disepanjang hidupnya.
Faqiha juga pernah berkata pada saya, “Tante Yoan, nanti kita jalan bareng yaa, lihat pemandangan yang indah-indah, tapi kita berdua aja, jangan ajak Bunda”. Apakah ini sebuah bertanda bahwa setelah kematian Faqiha, adalah kematian saya?
Saat saya memandikannya, seperti orang tidur, badannya masih mudah dibolak balik, lemas.
Kehidupan setelah kematian dapat dilihat sejak malaikat maut datang, apakah berwajah buruk, sangar atau berwajah indah? Semoga kita diberikan kematian yang husnul khatimah.