Maybe Desna slouches just to be like Eska. Maybe Unalaq raised his twins to be uniform because he didn't want them to end up like him and his brother.

seen from Netherlands
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Russia

seen from Russia
seen from United States
seen from Saudi Arabia
seen from United States

seen from Netherlands

seen from Sweden

seen from Russia

seen from France

seen from Malaysia
seen from Romania

seen from United States

seen from Spain

seen from United States

seen from Russia

seen from United States
Maybe Desna slouches just to be like Eska. Maybe Unalaq raised his twins to be uniform because he didn't want them to end up like him and his brother.
Kesna Music - Is It Love? (Official Music Video)
Damn the vibe of this song is filthy. Props to my fellow Korean-American musicians.
Via Angry Asian Man
Took a look at the way I was living, all the time kept on passing me by. So I took a breath, took a break from the fast life. Blurry pictures drifting on by, blended colors crowding my mind, So I took a breath, took a break from the fast life.
Kero One & Esna - Fast Life
KLIK ALBUM OF THE DAY "KESNA - DARI HATI KE HATI"
Sahabat KlikMusik, bagi mereka yang mau berkarya dan bekerja keras dalam bermusik, sepertinya memang pintu industri nggak akan pernah lelah untuk menerima kadatangan wajah-wajah baru di blantika musik Indonesia. Kalo memang begitu adanya, maka kehadiran KESNA ke dalam scene musik lokal patut diberikan apresiasi yang tinggi. Karena sejak awal dibentuk, mereka memang menginginkan sebuah karya yang menyenangkan untuk diperdengarkan khalayak musik.
“Sejak awal, kami memang memimpikan hal ini terjadi. Itu sebabnya, kami terus membuat karya sebaik mungkin. Kami yakin, dengan keinginan yang kuat, kesabaran disertai kerja keras, apa yang kami cita-citakan dari dulu bukan nggak mungkin kami dapatkan. Dan sekarang impian itu sedang kami jalani,” ujar Sena salah satu personil KESNA.
Apa yang diutarakan pemain gitar KESNA ini emang bukan isapan jempol semata. Bersama sang vokalis Eza dan pembetot bass-nya, Kepe, mereka melakukan eksperimen musikal untuk membuat sebuah karya terbaik sebagai modal mereka “berlari” di scene musik. Dan modal itu adalah sebuah album berjudul Dari Hati Ke Hati. Paket musikal ini memuat 10 trek yang mengedepankan nuansa musik pop yang dominan dengan unsur akustik. Ini menarik! Karena unsur itu hampir menjadi ornamen utama dalam setiap lagunya.
Seperti pada single debutnya yang sudah diawali lebih dulu berjudul Syukuri. Bisa dibilang lagu cukup insipirasional. Karena dilatar belakangi tentang keseharian orang-orang yang selalu mengeluh dan lupa bersyukur akan apa yang udah diberikan oleh Sang Pencipta. “Sepertinya sederhana sekali,” sembur Eza santai. “Namun melihat anugerah melimpah yang telah diberikan oleh Sang Pencipta, terkadang bikin kita lupa untuk bersyukur. Aku sendiri suka mengalami hal seperti ini. Makanya aku ingin sharing lewat sebuah harmoni yang kami buat. Tujuannya simple, agar kami lebih bersyukur,” jelas fronman band asal Bandung.
Setelah Syukuri, mereka punya nomor Pilihlah Diriku yang kental akan unsur rhythm dan string section yang memesona membalut cerita cinta. Lalu ada eksplorasi vokal yang menawan dalam balutan suara piano yang harmonis. Nomor yang aransemennya dikemas secara dramatis ini dalam lagu Cinta Bertepuk Sebelah Mata dan Kau Segalanya Untukku. Belum lagi lagu Terlalu Mencintaimu yang punya lirik mendalam. Serta nggak ketinggalan lagu Kau Khianatiku yang punya beat medium dan catchy. Cinta? Benar, cinta yang membuat semua harmonisasi ini berpadu menjadi kesatuan yang utuh dan kokoh.
Lewat kolaborasi vokal yang berkarakter serta komposisi musikal yang easy listening, band bentukan tahun 2008 ini punya value untuk berkesplorasi di scene musik. “Kami rasa jika kita menyanyikan sedih dengan tawa, mendendangkan hidup dengan bersyukur, menjalani cinta dengan hati tulus, semuanya akan berjalan dengan baik dan mulus, Dan inilah persembahan dari hati bagi pemilik hati yang tulus,” ungkap Sena.
Oh iya, mengenai KESNA, mereka ini merupakan band yang dikonsep untuk masuk ke jalur rekaman. Meski nggak menjajal festival musik, bukan berarti skill mereka melemah. Eza pernah menjuarai lomba tarik suara bersama Nidji beberapa waktu lalu. Begitu juga dengan Sena dan Kepe, mereka udah mengasah kemampuannya dalam proyek berbeda sebelumnya. Dengan chemistry yang udah didapat sejak 3 tahun silam, serta visi dan misi yang matang, sepertinya cukup bagi mereka untuk bergerilya di rimba musik dalam negeri.
Dukungan seorang produser muda, Dwi Santoso, serta sosok music director berpengalaman Gio, tentunya bisa menambah fighting spirit mereka berlipat. Dan itu akan mendekatkan mereka dengan cita-citanya. “Sesederhana lagunya, kami juga punya cita-cita yang sepertinya sederhana. Namun cukup tinggi. Kami ingin menjadi besar seperti band populer lainnya. Kami juga ingin musik kami dihargai dan diterima oleh pendengar musik Indonesia,” tutup Eja.
Wajib ditunggu! Overall, setiap usaha pasti ada hasilnya. Entah itu baik atau kurang beruntung, tinggal bagaimana kadar kerja keras itu dilakukan. Tapi bersikap positif dan selalu optimis, bukan nggak mungkin akan menjadi kunci kesuksesan KESNA dalam berkarya.
Doc. Berbagai Sumber.
—-
Jangan lupa untuk follow tweet kita di @KlikMusik dan LIKE Fanpage Facebook kita di facebook.com/klikmusik karena banyak live tweet seputar album baru dari musisi kesayangan kamu langsung dari tempat PressConference, dan tidak ketinggalan acara bagi bagi CD di twitter kita dengan hashtag #KlikMusik