Cerita 29 September 2016
aku gak pernah cerita dengan kekasihku soal ini. bahkan, keluargaku sekalipun. jujur, aku gak mau pertemuan ini berlangsung hingga rasa itu hadir secara tiba-tiba. berawal dari kisahku menjejakkan kaki di salah satu perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah ini. dan semuanya bermula sejak masa orientasi. empat orang yang secara tiba-tiba menghampiriku. menghadiri hidupku di jenjang tertinggi pendidikanku. aneh. aku harus memilih BERTAHAN atau malah BUANG JAUH-JAUH untuk perasaan ini. lalu, siapakah 4 orang yang dimaksud? aku akan menceritakannya disini.
Yohanes. teman satu SMAku, PGSD. dulu saat kami satu sekolah memang sudah ada rasa. namun semua berubah sejak tragedi Valentine tahun 2014. sejak saat itu, aku sulit menghilangkan bayangnya. berharap dia tak bertemu denganku, justru kami kembali dipertemukan di perguruan tinggi. senyumnya masih tetap sama seperti saat pertama aku mengenalnya. begitu hangat. namun rasanya dia mulai dingin saat aku memulai obrolan dengannya. apalagi dia mulai amnesia dengan teman-teman semasa sekolah menengah atasnya (hanya beberapa saja yang dia ingat). tapi aku masih percaya, dia masih ingat kebaikanku selama aku bersamanya.
Arya. teman penuh kekonyolan, BK. kami saling kenal karena kelas model karnaval. saat itu kami terpilih sebagai yang PALING PERCAYA DIRI di sesi latihan. sejak saat itu, ketika kami bertemu selalu tegur sapa. malahan, di keakraban fakultas kami saling melempar joke saat kakak fasilitator sedang bernyanyi. dengannya, aku menjadi lebih bahagia karena tingkah konyolnya dan hal-hal bodoh yang membuatku terhibur.
Dirga. teman yang mengaku dirinya ‘paling tampan’, Manajemen. sama seperti sebelumnya, kami bertemu di kelas model karnaval. namun pertemuan kami unik karena awalnya sering ‘perang’ di grup model. bahkan kami didoakan bersatu seusai karnaval. saat itu aku terus-terusan tertawa karena disaat gladi kotor, dia begitu kesal dengan kostumnya. aku berbalik ke arahnya (karena jarak kami memang dekat) malah keluar kata “kamu gak pernah liat cogan (cowok ganteng) sepertiku?” amit-amit deh ketemu dia -_- dan setelah karnaval, kami memang jarang tatap muka. namun sering sindir-sindiran di media sosial. mungkin sekalinya bertemu, aku jadi melayang terus karena senyumnya yang menawan dan kumis tipis serta rambut bercat merahnya.
Bara, teman kalem, tapi aku lupa dari progdi mana. kami bertemu saat KPR di salah satu gereja. kebetulan kegiatan telah usai dan aku harus menanti redanya hujan. sejak obrolan pertama kami, aku merasa nyaman sekali dengannya. apalagi kalo sudah membahas kegiatan gereja. pertemuan kami malah berlanjut di kebaktian minggu keesokkan harinya. kami sampai gereja dan duduk bersamaan. seusai kebaktian, kami sempat mengobrol lagi. dan terakhir aku bertemu saat hari hujan di kampus. saat aku sedang berjalan menuju kelas, dari kejahuan aku melihatnya berlawanan arah. “Payungnya gak usah dipakai, udah gak hujan.” katanya saat kami berpapasan. aku tak memperdulikannya. namun dalam hatiku terasa lega setelah mendengar suaranya. dan sejak saat itu, jika aku bertemu dengannya pasti akan terasa tenang dan damai.
jika saja aku tak memiliki kekasih, pasti kepala ini bingung harus memilih yang mana. tetapi aku bersyukur masih bersama kekasihku yang hampir setengah tahun berjalan ini. tapi kalau terpaksa, aku belum bisa menentukan. karena mereka berempat sudah kuanggap sebagai temanku. my partner in crime tepatnya =)











