Khayal Setengah Nyata.
For every one who'll come next.
Hallo, yang sedang berdiam diri didepan pintu rumahku. Kenapa belum mengetuknya?
Oh, ya. Sedang melihatku ? Melihat apa yang terjadi dalam rumahku?
Sial,tidak sopan. Tapi apa wajar aku berprasangka demikian kepada orang tak bersalah yang sabar menunggu didepan pintu?
Mungkin saja dia sedang bersiap. Bersiap mengetuk atau dibukakan pintu tiba-tiba. Pada waktu yang tepat.
Mungkin dia sedang mempelajari. Mempelajari agar pantas menjadi seorang tamu. Tamu yang baik.
Mungkin juga kamu tidak mau seperti tamu yang pergi dari rumahku, tanpa tahu terimakasih atau meminta maaf pun ia enggan. Pergi bigitu saja. Sedang dirumahku ini aku termenung dan mengharapkan sesuatu yang gila. Aku ingin dia kembali.
Mungkin kamu sedang mencari cara untuk bertamu lebih santun. Dan membuatku, pemilik rumah merasa nyaman. Nyaman dan senang bisa kedatangan orang seperti kamu. Sehingga bisa menggantikan seseorang yg baru saja pergi. Dan keinginanku di paragaf sebelumnya menjadi sirna.
Jadi, tentang khayalan ku itu, ehm maksudku prasangka baikku tentang kamu.
Aku jadi tidak sabar. Ayo! Cepat ketuk. Ini waktu yang tepat. Atau aku bukakan saja, ya!
Lalu, dengan senang hati aku tersenyum
Selamat Datang :)
Bandung, 25 Juni 2016
Cc: @kitajabar














