Ustadz Alfian Tanjung Menjenguk Mayjend (Purn) Kivlan Zen di RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Turut berdo'a, semoga segera sembuh. #newsandtalks #ustadzalfiantanjung #kivlanzen https://www.instagram.com/p/B4hK1Non8Ti/?igshid=l2px1wtlq0km


#iwtv#interview with the vampire#the vampire armand#assad zaman#amc tvl


seen from Yemen

seen from United States
seen from China
seen from China
seen from Netherlands
seen from Malta
seen from China

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Türkiye

seen from Germany
seen from Hong Kong SAR China
seen from United States

seen from Netherlands
seen from Netherlands

seen from United States
seen from Netherlands

seen from United States
seen from Sweden

seen from Germany
Ustadz Alfian Tanjung Menjenguk Mayjend (Purn) Kivlan Zen di RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Turut berdo'a, semoga segera sembuh. #newsandtalks #ustadzalfiantanjung #kivlanzen https://www.instagram.com/p/B4hK1Non8Ti/?igshid=l2px1wtlq0km
Kivlan Zen Anggap Kasusnya Sudah Selesai dan Percaya kepada Polri
— Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen menganggap kasusnya dengan dugaan penyebaran berita bohong dan makar sudah selesai. Hal itu diungkapkan Kivlan seusai pemeriksaannya oleh penyidik, yang berjalan sekitar lima jam. "Saya anggap ini sudah selesai. Insya Allah ini baik-baik saja," kata Kivlan di Kantor Bareskri Polri, Jakarta Selatan, Senin (13/5/2019). Ia pun menyerahkan kasusnya kepada aparat kepolisian. Kivlan mengaku memercayai Polri akan bersikap profesional dalam menangani kasusnya. "Saya percaya kepada Polri sebagai profesional dan sama teman perjuangan saya untuk melindungi bangsa, Polri dan TNI adalah kawan saya," kata dia. Pada kesempatan yang sama, kuasa hukum Kivlan, Pitra Romadoni, mengatakan, penyidik bersikap kooperatif selama pemeriksaan. Dalam pandangannya, kasus tersebut juga tak dapat dilanjutkan. "Saya rasa penyidik Polri istilahnya cukup kooperatif dan profesional lah dan mereka bisa menilai perkara ini tidak bisa dilanjutkan karena mereka paham unsur makar itu apa saja," ujar Pitra. "Dan dari keterangan yang disampaikan klien saya, saya menilai dan saya mengamati tidak ada unsur makar dari jawaban-jawaban klien kami atau kebohongan apa tidak ada," lanjut dia. Sebelumnya, Kivlan dilaporkan oleh seorang wiraswasta bernama Jalaludin. Laporan tersebut telah diterima dengan nomor LP/B/0442/V/2019/BARESKRIM tertanggal 7 Mei 2019. Pasal yang disangkakan adalah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 an/atau Pasal 15, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 dan/atau Pasal 163 jo Pasal 107. Read the full article
(via https://www.youtube.com/watch?v=vV-GbSMnmSE)
KIVLAN ZEN:SAYA NGGAK NGURUS LAGI PENYANDERAAN 7 WARGA NEGARA INDONESIA - ABU SAYYAF
https://youtu.be/vV-GbSMnmSE =================================================== Chanel Youtube:http://alturl.com/2dnh6 facebok:http://alturl.com/2i8ja g+:http://alturl.com/269yy Twitter:http://alturl.com/h4dev ===================================================