Segenap Tim KKN-PPM UGM JTG-05 mengucapkan "Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H" Mohon maaf lahir dan batin 🙏 #KKN#KKNPPM #KKNPPMUGM #KKNPPMUGM2016 #plikenchronicles

#dc comics#dc#batman#bruce wayne#batfam#tim drake#batfamily#dick grayson#dc fanart




seen from Australia
seen from Brazil

seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Canada

seen from United States

seen from Türkiye
seen from China
seen from China

seen from Singapore
seen from Russia
seen from Netherlands
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from China
Segenap Tim KKN-PPM UGM JTG-05 mengucapkan "Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H" Mohon maaf lahir dan batin 🙏 #KKN#KKNPPM #KKNPPMUGM #KKNPPMUGM2016 #plikenchronicles
KKN PPM merupakan sebuah kewajiban, satu dari sekian banyak cara yang bisa mahasiswa lakukan untuk masyarakat. Seperti apa cerita KKN di garut versi saya? Simak.
Jarak (2)
Meskipun jauh dan susah signal, terimakasih telah menghubungi si pecandu rindumu. Segera pulang, bawakan aku semua rindumu sampai tak tersisa. *sayang kamu :))
Desa Pembelajaran
Ceritanya aku sedang berada di lingkungan baru buat aku. Tepatnya, di sebuah desa yang sudah mengikuti 'mode'. Awalnya aku mengira bahwa yang namanya desa adalah sebuah tempat yang asri, diisi dengan rumah rumah yang meneduhkan mata karena banyak tanaman dan pohon di depannya, dan warganya sangatlah ramah tamah. Ternyata paradigma ku buat "desa" seperti itu salah. Terlebih desa ini sudah masuk bagian dari kota. Atau sebenarnya biasa disebut kelurahan malah, bukan desa lagi. Tempatnya memang asri, tetapi tidak semuanya. Hanya perumahan perumahannya saja, sementara rumah rumah di sampingnya berbeda jauh. Taman di depan rumah juga banyak. Tapi lagi lagi itu hanya ada di perumahannya. Sementara rumah rumah sebelahnya padat merayap, jalan pun maksimal motor satu arah saja. Bagaimana penduduknya yang ramah tamah? Penduduknya ramah tamah, sebagian. Sebagiannya ini sebagian dari mereka yang hidup di luar perumahan. Bagaimana dengan yang di dalam perumahan? Aku tidak tahu. Harus ada ijin ini itu kalau mau masuk. Susah. Sebagian yang ramah tamah itu aku berhasil bercakap cakap sedikit banyak. Lagi lagi, aku belajar dari mereka. Belajar bersosial. Bagaimana bersosialisasi dengan mereka, dengan orang orang tempatku KKN dulu, dengan orang orang di kampus, orang orang di deket kosan, memang berbeda. Memang setiap manusia itu unik ya, apa yang menurut mereka lucu dan menurut kita lucu itu tidaklah sama. Apa yang membuat mereka marah tetapi hal itu biasa saja untuk kita juga banyak. Yes, berhari hari belakangan ini aku sudah menerima banyak sikap: diacuhkan, diterima, diusir, disambut dengan baik, dibantu, diremehkan, ditantang, dipuji, dimarahin, dan di di lainnya. Lalu, bagaimana tanggapanku? Terima! Yaps, aku mah terima terima aja. Marah? Enggak. Nyesel? Enggak. Sedih? Sedikit, haha. But so far, aku terima terima saja semuanya. Toh, ini adalah ilmu yang gak aku dapetin kalau aku kungkum di dalam kampus dan sekitarnya saja. Sekali kali emang aku harus Disentil Allah sama kegiatan kayak gini. Sendirian lagi. Sebenarnya, masalah gak sih kalau sendirian? Sejujurnya enggak. Aku ingat tapi lupa sumbernya kalau ada sebuah hadist yang kurang lebih isinya,"Jika ingin mengenal lebih baik seseorang, bermusafar lah bersamanya!" Right, karena aku sendirian, aku jadi semakin mengenali siapa diriku, bagaimana sikap dan sifatku, bagaimana aku mengakali sifat sifat burukku, bagaimana aku me-manage emosiku biar keadaannya sesuai dengan yang aku inginkan, atau.. bagaimana tujuanku ke depannya nanti. Benar, kawan, semuanyaaaa. Dari semuanya aku belajar. Jadi.. Kayak lagunya Sherina, kawan. Lihatlah Lebih Dekat. Lihatlah lebih dekat lagi, kamu boleh gresulo dulu waktu tau sesuatu yang gini gitu, tapi ayooo cepet cepet manage emosi sama cara melihatmu terhadap sesuatu itu lagi. Kalau kamu tetep gak bisa melihatnya, jalani aja.. seadanya.. sekadarnya.. tapi yang tulus sama ikhlas yaaaa :) kalau tetep gak bisa, lakukan dengan niat karena Allah :)). Insya Allah yah, Allah akan membuka mata hati kita maka kita pun akan melihat sesuatu yang membuat gresulo itu tadi menjadi seperti melihat sebuah kembang api yang menyala nyala indahnya di langit hitam :). Dedikasiku secara pribadi untuk desa ini adalah, aku menyebutnya "Desa Pembelajaran". Hehe. irairooo Jogjakarta, 13 Mei 2015. -hujan selalu menyapa sore di desa ini-