klik·ti·vis·me
1. het streven een politiek doel te realiseren door deelname aan cyberacties, zoals het digitaal ondertekenen van protestwebsites, het invullen van websites met adhesieverklaringen, het versturen van protestmails e.d.

#dc#dc comics#batman#bruce wayne#dick grayson#dc fanart#dc universe#tim drake#batfam#batfamily



seen from Macao SAR China
seen from United States

seen from United States
seen from China

seen from United Kingdom
seen from Netherlands

seen from Honduras

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Austria
seen from China
seen from China
seen from Latvia
seen from United Kingdom

seen from Brazil
seen from France

seen from United States
seen from Türkiye
seen from China
klik·ti·vis·me
1. het streven een politiek doel te realiseren door deelname aan cyberacties, zoals het digitaal ondertekenen van protestwebsites, het invullen van websites met adhesieverklaringen, het versturen van protestmails e.d.
Kami Muda. Kami Punya Tagar.
This poster is so wrong on so many levels.
Gue orangnya mengapresiasi kalau ada gerakan atau aktivis yang lebih “mapan” berusaha untuk menjangkau anak muda. Serius. Itu nunjukkin kalau mereka sadar bahwa gerakan mereka enggak akan berkembang kalau yang datang orang yang itu-itu lagi, orasinya itu-itu lagi, dan wacananya mentok di sono-sonoan aja. Tapi, kadang usaha mereka untuk narik perhatian anak muda justru kepental sama pengertian setengah-setengah mereka tentang anak muda.
Izinkan gue menekankan: Hanya karena kampanye kamu pake hashtag, bukan berarti otomatis kampanye tersebut edgy, modern, dan “muda”. Apalagi menarik dan efektif.
Ini sama seperti kalau Titiek Puspa mendadak ngecover lagu-lagu Taylor Swift (a la Ryan Adams) dan memakai baju ketat karena dia ngerasa itu keren. Karena dia ngerasa itu yang perlu dia lakukan untuk menarik perhatian anak muda dan menjaga relevansi musiknya. Hasilnya justru konyol, karena pesan kamu enggak mungkin nyampe. Hey, kamu masih menggunakan rumus dan pola pikir lama. Sekarang, anak muda, jujur deh: emangnya kamu mau bikin tweet dengan tagar #16HAKTP? Kamu peduli?
Gue aja enggak, padahal gue setuju banget dengan wacana yang mereka bawa. Bahasanya aktivis banget, jir.
Pada akhirnya, emang kamu enggak bisa melakukan segalanya. Hanya segelintir orang yang bisa mendorong isu penting dengan substansi oke, dan mengemas semuanya secara ciamik. Dan kamu enggak perlu berusaha jadi superhero satu paket kayak gitu. Justru di situlah gunanya kamu berjejaring. Di situ perlunya kamu ngobrol dengan aktivis dan komunitas dari bidang dan latar belakang lain. Kamu enggak cuma bisa “mendapatkan massa” mereka - kamu bisa belajar dari mereka.
Udah jelas bahwa para pembuat poster ini ingin menarik perhatian anak muda perkotaan yang sama sekali enggak politis. Dan udah jelas juga kalau mereka enggak biasa bikin kampanye ke anak muda perkotaan - iyalah, kalau biasa enggak mungkin mereka bikin slogan sejelek ini. Jadi, kenapa enggak kerjasama dengan organisasi yang memang sesuai dengan publik yang mereka sasar?
Organisasi dan komunitas ini justru punya pemikiran lain yang mungkin enggak bakal kamu tebak sebelumnya. Insight apa yang mereka dapat dari orang-orang yang biasa mereka ajak bergerak? Apa yang relevan untuk orang yang biasa mereka tarik? Mereka pasti udah punya “profil” anak muda yang mereka sasar, dan udah punya tips dan trik untuk melibatkan dan menjangkau mereka. Jadi, kenapa enggak mengajak mereka?
Kenapa malah bikin aliansi (tua), bikin poster pake template gratis Canva (LSM abis) dan maksain masukkin hashtag yang (suit suit) bahkan enggak dipakai dalam akun media sosial mereka? Sebenarnya cara menjangkau anak muda - apalagi anak muda urban, yang udah jauh lebih independen dan cuek terhadap isu beginian - itu gampang banget: libatkan mereka. Jangan gunakan bahasa mereka. Biarkan mereka berbicara sendiri. Kamu cuma perlu jadi fasilitator dan menjembatani, enggak usah menggurui.
Ini contoh klasik memanfaatkan medium tanpa memahami fungsi, peluang, dan tantangannya. Ini contoh klasik aktivis yang berusaha menjangkau segmen publik tertentu tapi malah terkesan merendahkan dan sok. Ini contoh aktivis asal nyemplung, dan kecuali kamu mau orang yang datang ke kampanyemu cuma 4L (lo lagi, lo lagi), itu kesalahan yang fatal abis.
Anak muda itu lebih dari sekedar tagar. Ayolah.