You Can Hear a Pen Drop Gems: I'm the #QuietType - that's why you can hear a pen drop gems when I write! #STEELYourMind #InkWellSpoken #KnightWriter #writer #DropAGemOnEm #YouCanHearAPinDrop
seen from United States
seen from United States

seen from Russia

seen from Australia
seen from China

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States
seen from Japan

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from T1
seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from United States
You Can Hear a Pen Drop Gems: I'm the #QuietType - that's why you can hear a pen drop gems when I write! #STEELYourMind #InkWellSpoken #KnightWriter #writer #DropAGemOnEm #YouCanHearAPinDrop
Mengkhawatirkan Islam
Giffar Masabih
"Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan apa yang telah Allah turunkan, maka mereka itu orang-orang zalim" QS.Al-Maidah: 45 Seringkali dalam forum diskusi yang (tiba-tiba) muncul di media sosial, khususnya yang menyangkut tentang kaidah Islam, terbit kutipan yang menyebutkan bahwa sudah kewajiban seorang muslim menegakkan syariat Islam. Ayat di atas merupakan salah satu dari sekian ayat yang menjelaskan mengenai kewajiban muslim menegakkan hukum Allah. Melalui dasar ayat tersebut, dikemukakanlah argumen mengenai kaidah Islam yang harus dimanifestasikan dalam kehidupan sosial politik negara. Dan seringkalipula argumen yang seperti ini menghadapi argumen kontra yang menyatakan bahwa “di Indonesia tidak hanya muslim saja yang hidup”. Sebuah argumen yang menyatakan bahwa pluralitaslah yang harus dijunjung tinggi. Namun, menjunjung tinggi pluralitas, apakah harus menyisihkan Islam? Mengkerdilkan Islam? Seringkali juga kita khawatir mengenai bagaimana pemberitaan media luar mengenai Islam. Muslim adalah teroris, salah satu konsep yang kini dinamai Islamophobia dengan ratusan video di situs Yo*tube yang menunjukkan bagaimana sentimen orang luar mengenai Islam. Kita khawatir Islam akan asing dan runtuh. Sebagai muslim kita berhak, dan pasti khawatir mengenai kemungkinan masa depan yang seperti itu. Namun, sebaliknya, Cak Nun, dalam bukunya yang terkenal, Slilit Sang Kiai (Nadjib, 1992) yang terbit pada 1991 menuliskan mengenai kekhawatiran muslim tentang Islam yang semakin kerdil. Dalam tulisanny berjudul Islam itu Islam, Cak Nun memaparkan bahwa problematika semacam Islamophobia, mengenai orang luar yang tidak beriktikad baik terhadap Islam, bukanlah soal bagi Islam. “Islam adalah Islam. Islam tak pernah bergeser sedikitpun dari kebenarannya. Silahkan orang membenci, mencurigai, atau bahkan meninggalkan Islam. Namun, Islam tidak lebih tinggi karena dicintai, dan tidak berubah seincipun karena disalahpahami. Islam adalah Islam, laa raiba fiih, tidak ada keraguan di padanya. Islam tidak punya kepentingan terhadap manusia, manusialah yang berkepentingan terhadap Islam.” Islam adalah sebuah ajaran yang pokoknya telah tercantum dalam Al-Qur’an. Mengkhawatirkan mengenai Islam yang mengkerdil, mungkin lebih tepat dikatakan mengkhawatirkan komunitas Islam yang mengkerdil. Islam adalah Islam. Seberubah apapun zaman dan peradaban, ajaran Islam tetaplah paten seperti yang tertulis dalam Al-Qur’an. Dan menyikapi mengenai pluralitas, bukankah manusia diciptakan sebagai khalifah di muka bumi? “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah” – Q.S. Al-Baqarah ayat 30 Seorang khalifah tidak seharusnya hanya melihat bagi kepentingan dirinya sebagai muslim untuk memupuk pahala. Namun juga melihat dalam tataran sosial, ekonomi, politik, dan menggabungkan diri di dalamnya sebagai bentuk usaha memenuhi tugas sebagai khalifah di muka bumi. Kita tidak boleh hanya memandang sebuah pelanggaran kaidah Islam sebagai sesuatu yang “haram”, namun lebih jauh dalam dimensi sosial dan konteks-konteks yang lebih luas untuk menemukan tidak hanya akar masalahnya, namun juga penyelesaian secara akar rumput.
Sumber:
Nadjib, E. A. (1992). Islam itu Islam. Dalam Slilit Sang Kiai (hal. 20-23). Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti.