Cerita: Percakapan Kala Hujan
Hari ini adalah hari yang terasa sangat panjang. Sehabis subuh sudah berada di perjalanan menuju kota yang jaraknya....cukup jauh. Memakan waktu perjalanan seperempat hari, membuat pikiran melayang ke sana kemari. Tidak berhenti mencari-cari apa yang akan dibawa sepulang dari kota itu nanti.
Ada penyesalan ketika sudah seperempat perjalanan...aku lupa membawa buku bacaan. Akhirnya aku hanya memilah-milah bahan bacaan berupa e-book di folder ponsel, sudah kubaca hampir semua dan belum ada yang baru lagi. Akhirnya aku putuskan membuka Tumblr dan menemukan beberapa tulisan yang bisa kubaca untuk menemani sepersekian waktu perjalanan.
Sampai di kota tujuan, aku menuju minimarket dan membeli air mineral serta dua jajanan lainnya. Duduk sambil menikmati jajanan lalu memesan Gojek ke lokasi tujuan. Gojek sampai dan selebihnya aku menikmati perjalanan dengan sesekali mengecek ponsel selama di atas motor. Kota ini tidak jauh berbeda dengan Kota Hujan dan Kota Belimbing..... sama-sama panas dan suasananya sungguh mirip, hanya saja kota ini bisa berubah menjadi tempat yang lebih syahdu.
Sampai di dekat tujuan, aku berdiri sebentar dan memilih menuju mesjid karena sudah tiba waktu Dzuhur. Setelahnya baru aku ke tempat tujuan semula, aku melihat-lihat...sepi dan pintu terkunci. Lalu aku mengetuk pos satpam, seseorang keluar dan aku bertanya, lalu dijawab
"perpustakaannya tutup...mau Pemilu"
"oh iya pak? Dari kapan pak tutupnya?"
"dari kemarin kalau engga salah, libur dulu"
"hooo gitu ya, kira-kira buka lagi kapan ya pak?"
"kemungkinan Senen depan buka lagi"
Jawaban yang cukup dan aku perlahan berjalan keluar halaman perpustakaan, kembali berjalan dan aku memilih menuju warung nasi. Menu makan siang (+pagi) yang terasa nikmat, ditambah teh manis hangat yang membuatku cukup rileks sejenak. Tak lama....hujan turun, awalnya rintik halus lalu menjadi cukup lebat. Aku masih duduk di warung nasi sambil menikmati teh manis hangat yang masih 3/4 gelas. Hujan semakin lebat.... beberapa orang bergantian masuk, makan, lalu pergi, dan aku masih duduk dengan teh manis yang perlahan-lahan berkurang.
Hujan yang tadinya lebat menjadi gerimis halus kembali, aku langsung beranjak...membayar makan dan berjalan kembali ke arah mesjid. Aku berencana berteduh dan yang terpenting menumpang ke kamar mandi. Sampai habis Ashar aku masih duduk di mesjid, sehabis ashar itu pula ada seorang bapak yang juga sedang berteduh di mesjid tak sengaja memulai obrolan (ini akan aku ceritakan di tulisan berbeda, semoga) mulai dari pemilu hingga obrolan soal lingkungan hidup. Saat hujan agak reda kembali, bapak itu pamit dan aku pun bergegas beranjak dari mesjid... menuju pedagang bakso cuanki di samping mesjid. Aku pesan satu porsi. Cuanki hangat, hujan yang hampir lebat, ditemani dengan sepiring makaroni asin dan segelas air.....di Kota Kembang.
Setelahnya, aku memutuskan untuk segera pulang....memesan Gojek (meskipun baru setelah lebih dari setengah jam, jalan bolak-balik, bertanya kepada beberapa orang, akhirnya ada driver baik hati) menuju terminal bus Leuwipanjang. Berniat membeli beberapa oleh-oleh, lalu baru naik bis tujuan Kota Hujan. Di perjalanan, berkenalan dengan seorang yang juga berasal dari Kota Hujan, ia berkuliah di Universitas Pajajaran.
Ah iya, besok pemilu ya... omong-omong, kamu sudah menentukan pilihan akan mencoblos siapa (saja)?
Kota Kembang, April 2019











