Andai ada dia, untungnya masih ada Dia
Persiapan kemah memang butuh kerja keras memeras keringat hingga peluh menetes sendiri tanpa harus di lap oleh diri. "seperti lelaki.." mungkin itu yang ada di benak mereka. Ketika melihat seorang wanita membawa beberapa bambu untuk mendirikan tenda demi kemah esok hari. Ketika harus geget di boncengkan karena harus membawa bambu yang sangat panjang.. Sepanjang jalan kenangan.. Wqwq
"Andai ada dia" lintas pikiranku memikirkannya. Yaa, andai ada dia... Mungkin pekerjaan ini akan lebih ringan. Tidak hanya kala tadi sebelumnya pun aku pernah memikirkan hal ini. Karena terlalu seringnya pekerjaan laki ku lakukan sendiri.
Aku sangat bersyukur,setidaknya masih ada Allah yang menguatkan.
Bukankah kesendirian dengan iman itu lebih baik? Ahh, harusnya aku harus lebih banyak bersyukur dan mengurangi angan-angan tentang kenangan agar tak terulang kembali.








