Dalam melihat ke atas, kita harus berserah diri (Lillahi Ta’ala)
Dalam melihat ke samping (sesama manusia), kita harus menjadi berkat (Rahmatan Lil Alamiin)
Cara menghidupkan hati agar penuh kasih sayang (rahmatan lil alaamin):
1. Senang mengingat perjuangan dan kebaikan jasa orang lain untuk kita
Pertama, kepada orang tua.
Karena kita diciptakan Allah syariatnya melalui orang tua. Wajib bagi kita merenungkan jasa pengorbanan orangtua bagaimanapun keadaan orangtua.
Kedua, orang yang menjadi jalan hidayah kita dalam mengenal Allah.
Ilmu yang wajib dipelajari: ilmu mengenal Allah, ilmu bagaimana patuh kepada Allah (syariat), ilmu sunatullah (professionalism/integrity)
Pantangan: jangan mengingat jasa kebaikan kita ke orang lain karena akan membuat hati kita mengeras. Kunci ketenangan: lakukan - lupakan
2. Empati, dapat menempatkan diri dalam posisi orang lain
Semakin kita bisa memindahkan perasaan dan pikiran mengenai kesulitan yang lain (other’s struggling), maka hati kita akan lebih lembut












