KLIKSAMARINDA - Pengelolan lahan basah dalam upaya melindungi dan melestarikan ekosistem mangrove, gambut, serta rawa dan riparian atau lahan basah di
Pengelolaan Lahan Basah di Kaltim Perlu Partisipasi Aktif Masyarakat

seen from Peru

seen from United States
seen from United States

seen from Russia
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Sweden

seen from Spain

seen from United States
seen from Russia
seen from Italy

seen from Türkiye

seen from Netherlands
seen from Belarus

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Mexico
seen from Peru
KLIKSAMARINDA - Pengelolan lahan basah dalam upaya melindungi dan melestarikan ekosistem mangrove, gambut, serta rawa dan riparian atau lahan basah di
Pengelolaan Lahan Basah di Kaltim Perlu Partisipasi Aktif Masyarakat
Untuk Apa Om? . . . "Untuk apa Om?" ujar Andi dan Dedi, menanyakan ketika membantu menyemai bibit pohon spesies Sungai Karang Mumus, . . . "Untuk ditanam di jalur hijau sungai karang mumus." jawabku . . "Untuk apa kita tanam, orang orang menebang pohon di pinggir sungai karang mumus. Nanti kalau sudah tumbuh besar paling ditebang orang."ujarnya, sambil melihat wajahku. Aku menunduk, sulit aku membantahnya, sebab kenyataannya begitu. Kucoba menyari jawaban yang bisa meyakinkan anak-anak usia SD itu, bahwa pohon yang bakal kita tanam di jalur hijau sungai karang mumus nanti, tidak akan ditebang orang. Tapi aku tidak berani sebab tidak ada yang berani menjamin, apalagi aku tidak punya kekuatan untuk itu. Satu-satunya kekuatanku pohon yang ditanam di jalur hijau sungai karang mumus itu agar air sungai karang mumus menjadi bersih dan sehat untuk manusia dan makhluk Tuhan lainnya. . . . . Hanya itu kekuatanku tidak lebih tidak kurang. Kalau pun kelak pohon yang ditanam itu ditebang seperti pohon pohon yang ada di sungai karang mumus saat ini, aku tak bisa berbuat apa apa, selain pasrah dan bergelut di dalam kalbu. Begitu sahabat. . . Poto: Andi dan Dedi saat membantu menyemai bibit pohon spesies sungai karang mumus. 29 Jan 2018. (Om Misman - GMSS SKM) #EHSamarinda #EartHour #EarthHourIndonesia #Climate2Earth #GMSSSKM #SungaiKarangMumus #LahanBasah #SeSuKaMu #SekolahSungaiKarangMumus
Untuk Apa Om? . . . "Untuk apa Om?" ujar Andi dan Dedi, menanyakan ketika membantu menyemai bibit pohon spesies Sungai Karang Mumus, . . . "Untuk ditanam di jalur hijau sungai karang mumus." jawabku . . "Untuk apa kita tanam, orang orang menebang pohon di pinggir sungai karang mumus. Nanti kalau sudah tumbuh besar paling ditebang orang."ujarnya, sambil melihat wajahku. Aku menunduk, sulit aku membantahnya, sebab kenyataannya begitu. Kucoba menyari jawaban yang bisa meyakinkan anak-anak usia SD itu, bahwa pohon yang bakal kita tanam di jalur hijau sungai karang mumus nanti, tidak akan ditebang orang. Tapi aku tidak berani sebab tidak ada yang berani menjamin, apalagi aku tidak punya kekuatan untuk itu. Satu-satunya kekuatanku pohon yang ditanam di jalur hijau sungai karang mumus itu agar air sungai karang mumus menjadi bersih dan sehat untuk manusia dan makhluk Tuhan lainnya. . . . . Hanya itu kekuatanku tidak lebih tidak kurang. Kalau pun kelak pohon yang ditanam itu ditebang seperti pohon pohon yang ada di sungai karang mumus saat ini, aku tak bisa berbuat apa apa, selain pasrah dan bergelut di dalam kalbu. Begitu sahabat. . . Poto: Andi dan Dedi saat membantu menyemai bibit pohon spesies sungai karang mumus. 29 Jan 2018. (Om Misman - GMSS SKM) #EHSamarinda #EartHour #EarthHourIndonesia #Climate2Earth #GMSSSKM #SungaiKarangMumus #LahanBasah #SeSuKaMu #SekolahSungaiKarangMumus