Langit Dalam Rindu (2018)
Hari ini,
Sekilas mengingat apa saja yang sudah terjadi hingga detik ini
Dibawah langit biru itu,
pernah menjadi saksi dimana kami menceritakan berbagai kisah yang membuat kami semakin mengenal satu sama lainnya
Aku tersenyum, begitupun denganmu. Senyum dan tatapan lembut sederhana yang belum pantas untuk ku tatap terlalu lama.
Yang membuatku tak pernah bosan untuk berdoa, semoga kelak, akulah yang akan menjadi tujuan terakhirnya.
Apakah kamu juga sama seperti denganku?
Di bawah langit biru,
Dalam hati masing-masing
Mengukir keyakinan bersama,
Untuk saling menanti, sembari saling memantaskan diri,
Walau jalan masih panjang,
Walau ada banyak kewajiban yang harus dituntaskan,
Walau kini, kami harus tabah dalam menjalani hidup masing-masing,
Meski tanpa kabar,
Meski tanpa cerita,
Meski jarak, waktu, dan prasangka kini menjadi teman setia yang terkadang mengikis keyakinan,
Namun semoga harimu tetap baik-baik saja,
Semoga tak lelah untuk saling mendoakan dan memperjuangkan.
Aku senang bisa mengenalmu,
Meyakini bahwa kamu adalah pribadi yang baik yang insyaAllah sedang menuju menjadi lebih baik,
Meyakini hati,
bahwa Allah sedang menyiapkan rencana terindah untuk kami.
Walau aku tidak pernah tau,
siapakah sebenarnya yang sedang menantiku diujung perjalanan ini?
Apakah itu memang dirimu.. atau orang lain... atau justru sang maut yang menghampiriku terlebih dahulu ketimbang dirimu?
Entahlah,
namun Aku tetap bahagia menjalani masa-masa penantian ini
Meski kadang rindu ini cukup menyiksa dan sulit untuk dikuasai.
Hingga hari mulia itu tiba,
Semoga Allah meridhoi setiap inchi perjalanan kita.
Hingga kelak suatu hari nanti,
kamulah sosok yang berdiri di depan pintu rumah untuk memberanikan diri untuk bertemu dengan lelaki yang menjadi cinta pertamaku.
Dan teruntukmu, langit dalam rindu.
Sampai jumpa, diperjalanan selanjutnya..












