Perjalanan menuju dermaga
Perjalanan jauh telah kutempuh. Separo jalan kehidupan sepertinya telah kulalui. Kini aku sejenak berhenti di sebuah bukit kecil, di kala sore hari dengan angin sepoi serta tanah lapang luas di depan sana dengan hamparan rerumputan. Ku ambil nafas perlahan, kupejamkan mata untuk merasakan gemuruh dalam hati yang menuntut tuk disampaikan.
Teringat ku akan kala gelap, begitupun kala terang di masa yang telah berlalu. Terasa berkelindan membayang dalam pikiran dan memunculkan sesal yang tak mungkin dibatalkan. Begitu bergemuruh di dalam. Dalam keadaan seperti ini, menatap langit luas sepertinya menjadi obat mujarab atas apa yang sedang dirasakan.
Kulihat catatanku kembali, menelisik lembar demi lembar yang tidak begitu besar itu. Melihat impian dan harapan di masa lalu yang ingin diwujudkan. Lantas secercah harap kembali tumbuh mengurai pikiran yang sedang penuh. Kini satu hal yang harus dipegang teguh, ialah melangkah lagi tanpa adanya keluh.
Kulangkahkan kaki ini, menyusuri lagi langkah hidup yang harus aku penuhi. Angin sepoi - sepoi turut mengiringi. Dan apapun langkah di depan nanti semoga saja Allah SWT merahmati. Semoga kelak bisa berlabuh pada dermaga yang diharapkan itu.
















