Sukoharjo-Kehidupan bapak Cahyo (44) tidak seberuntung orang di sekitarnya, pria parubaya ini setiap harinya berjualan makanan di Angkringannya, yang telah menjadi mata pencaharian sejak dulu.
Sejak beberapa tahun terakhir angkringan yang dimilikinya kini mengalami kebangkrutan, dan saat ini ia tak lagi berdagang, menjadi buruh lepas harus ia jalani untuk menghidupi istri dan ketiga belas anaknya, Dua diantaranya diasuh oleh sang nenek, sehingga kini bapak Cahyo bersama istri dan kesebelas anaknya. Mereka tinggal di rumah yang berukuran 4x4 meter. Rumah itupun bukan miliknya pribadi namun rumah kontrakan yang telah ia sewa dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir ini.
Sebelumnya pak Cahyo beserta keluarganya harus berpindah dari kontrakan satu ke kos/kontrakan lainnya karena ia belum memiliki rumah pribadi. Bersama kesebelas anaknya mereka tinggal dengan kondisi seadanya. Di sisi lain Keempat anaknya tak kunjung memperoleh ijazah yang harusnya sudah menjadi milik mereka namun masih tertahan di Sekolah lantaran biaya adiministrasi belum lunas.
Tak hanya itu, saat ditemui tim Solopeduli yang pada kesempatan itu berkunjung ke rumah sederhana mereka, istri pak Cahyo mengalami ujian berupa penyakit pembengkakan kelenjar tiroid yang diidapnya lama. Sampai saat ini istri dan sekaligus ibu ketiga belas anaknya ini belum pernah memeriksakan kondisi dirinya.
“Taunya kalau saya mengalami penyakit pembekakan kelenjar tiroid ini dari teman kami yang faham tentang dunia kesehatan, namun saya belum pernah memeriksakannya ke dokter, karena tidak ada uang untuk periksa, apalagi biaya sekolah anak-anak masih “nunggak”,”ungkap ibu yang berjilbab hitam duduk bersama suami dan anak-anaknya ini.












