Is it not yet obvious how much I love this game and it's characters? x3c 💥🔥🐉👊🐉⚡🌟 #pokemon #pokemonblack #5thgen #teamplasma #pokemontrainern #lordn #n #nscastle #unova #zekrom #reshiram
seen from Germany
seen from South Korea
seen from Germany

seen from Germany

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from China
seen from China
seen from Switzerland

seen from United States

seen from Portugal

seen from Spain

seen from United States
seen from Yemen
seen from United States

seen from Russia
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Peru

seen from Türkiye
Is it not yet obvious how much I love this game and it's characters? x3c 💥🔥🐉👊🐉⚡🌟 #pokemon #pokemonblack #5thgen #teamplasma #pokemontrainern #lordn #n #nscastle #unova #zekrom #reshiram
Hujanology
Hujan selalu menciptakan cerita tersendiri, mengabulkan keinginan atau menguburnya.
Ada yang menanti datangnya hujan, menunggu dengan santainya di tepi pekarangan sembari menyeduh secangkir kopi. Anak-anak yang berlarian membawa payung dan berharap kelak dapat membeli camilan dari uang hasil mengojek. Para penyair yang menjadikan hujan sebagai sumber inspirasi, memberi bahan bakar bagi pulpen mereka agar dapat berkarya. Semuanya indah, dan aku tahu ini akan mendatangkan bahagia.
Ada pula yang membenci datangnya hujan, berharap dapat mengacaukan hari mereka di lain waktu. Mereka yang mengadakan resepsi di taman, menggerutu sembari menghangatkan tubuh mereka. Para pemotor yang terlalu malas untuk membawa jas hujan, hanya dapat berteduh di bawah jembatan dan iri pada mereka yang tidak malas atau malah pada mereka yang mengendarai si roda empat. Tak perlulah kuceritakan para pedagang yang menjajakan dagangannya di pasar tumpah.
Bagi sebagian orang, hujan adalah berkah atau musibah.
* N Version
Temui aku di dekat sungai dan saksikan aliran waktu yang mengalir. Lihatlah pantulan diri saat kita melihat dari tepi sungai. Aku melihat sosok kacau yang telah kehilangan segalanya. Dan saat kulihat dirimu, yang kulihat adalah sang pembelit fakta. Ikuti aku, genggam erat tanganku seakan engkau menyesali semua perbuatanmu. Kan kurekam bagaimana mimik muka menakutkan itu bertambah kelam, saat kumenarikmu lebih dalam ke dasar sungai.
Cerita sore hari ini: 25 Agustus 2016
Sebagai tim cadangan, hari ini diminta untuk ikut meeting dengan salah satu klien. Ada salah seorang anggota meeting yang tidak hadir, sehingga tidak bisa presentasi bagiannya beliau.
Klien sudah menunjukkan mimik muka kesal, dan akhirnya dilampiaskanlah perasaan kesalnya itu. Sebagai tim cadangan, aku merasa tidak sepenuhnya bertanggung jawab atas kekesalannya itu. Namun karena menerima omelannya secara langsung, tetap saja…
Pulang ke rumah, gerimis menemani selama perjalanan. Jaketku tipis, tidak tebal ataupun berbahan yang hangat. Sesampai rumah, segelas cokelat hangat menyambut. Kuambil biskuit untuk sekalian dimakan. Sesekali biskuit tersebut kucelupkan ke cokelat panas. Orangtuaku tidak mau kalah, beliau menyeduh secangkir kopi dan kami menikmati sisa senja bersama. Suasana setelah hujan, cokelat panas, dan biskuit. Engkau akan tahu bahwa senja ini menyenangkan.
Kepalaku pening, mungkin karena terlalu banyak mengernyitkan dahi. Yah, sudah jadi kebiasaanku. Tak heran mereka bilang tatapanku tajam.
N
Cerita sore hari ini: 24 Agustus 2016
Hari ini suhu ruangan terasa dingin sekali, sampai-sampai hidung yang mengidap sinus ini terasa nyeri. Mungkin jika lebih lama lagi merasakan udara dingin, hidung ini sudah mengeluarkan darah karena mimisan. Walaupun salah satu pendingin ruangan sudah dimatikan, tapi tetap saja dingin. Saat akan pulang, ternyata hujan turun. Hari ini rencananya teman-teman kantor akan main ke rumah. Jadilah kami semua menunggu dahulu sampai hujan reda. Sambil menunggu hujan, iseng kubuka whatsapp dan kubaca satu persatu status dari semua kontakku. Lumayan menghibur, bagiku. Seseorang tetap saja menjadi bahan guyonan teman satu kantor. Kami semua tertawa, namun orang tersebut menanggapinya dengan santai. Bahkan, beliau turut melemparkan guyonan. Uniknya, kami berdua lah yang sama-sama mengeluh tentang dinginnya ruangan. Beliau sampai mengenakan sarung tangan, karena tidak tahan dengan dingin.
“Harga alat dorayaki berapa? Takoyaki? Kalau Pak Jongki?” - ucapku kala mengerjai salah seorang teman kantor
N
Cerita sore hari ini: 22 Agustus 2016
Jam sudah menunjukkan waktu makan siang, dengan lebih 15 menit dari waktu yang seharusnya. Tadinya aku membawa sebuah mi instan untuk dimakan, namun seorang teman kantor mengajak aku untuk makan bersama. Akhirnya kami berempat pergi untuk makan bersama. Sebuah tempat makan yang banyak menjual sajian ayam menjadi pilihan kami. Ayam betutu dan segelas Es Teh Manis kupesan, dan tak butuh waktu lama pesanan kami datang.
Temanku berucap “Kemana ya dia tadi pagi, masuk kantor nya hanya setengah hari.”. Dia yang dimaksud adalah seorang gadis yang duduk di sebelahnya, yang setahuku memang selalu datang paling awal. Berbekal perasaan rindu tersebut, aku langsung mendapatkan inspirasi untuk membuatkan sebuah puisi. Perlu waktu sekitar 15 menit sampai puisi tersebut selesai, yah hitung-hitung sekalian menunggu pesanan datang. Pada jam makan siang, di tempat makan ini memang memasaknya cukup agak lama karena selalu ramai.
Puisi tersebut aku berikan pada temanku, dan dia hanya membaca sekilas karena pesanan dia datang. Berhubung lapar, akhirnya kami semua memilih untuk menghentikan obrolan kami dan menghabiskan makanan kami. Sialnya, terdapat seekor kucing liar yang dengan agresifnya ingin mencoba untuk mengambil ayam betutu milikku. Berbagai upaya kucoba untuk menghalau hewan tersebut namun sepertinya dia sudah tidak takut lagi dengan manusia. Temanku lebih sering menghalau kucing, dan akhirnya dia lebih capek ketimbang kenyang.
Setelah makan, kami semua kembali ke kantor. Dan terkejutnya temanku ketika gadis yang kujadikan puisi ternyata sudah datang ke kantor. Aku langsung meminta izin temanku untuk menunjukkan puisi tersebut pada yang dimaksud. Temanku mengiyakan.
Respons sang gadis? “Dudul ah. Yang bikin elu, coba dia yang bikin sendiri”. Hmm apa yang dimaksud dengan ucapannya itu?
Dan kocaknya lagi ketika teman satu geng ku turut membalas puisiku dengan tema yang sama.
N
Cerita sore hari ini: 21 Agustus 2016
Sore yang damai ini aku berkeliling dengan sepeda motorku untuk membeli dua mangkuk bakso. Istriku ingin bakso, setelah kami berdua tidak dapat makan gulai di hari sebelumnya saat aqiqah anak kami. Yah, semoga bakso dapat mengganti lapar akan gulai. Tak lupa istriku berpesan agar membeli popok untuk si bayik, setelah dua bungkus popok yang kubeli secara online sudah mau habis. Berhubung sedang masuk angin dan kondisi perut sedang tidak enak, aku memacu sepeda motor dengan pelan, untuk menghindari segala guncangan yang membahayakan. Namun terkadang juga karena di sekitar rumah banyak anak kecil. Sebuah angkot dengan seenaknya sendiri menyalip dan langsung memberhentikan mobilnya untuk menurunkan penumpang. Hampir saja motor ini mencium angkot tersebut. Bisa rumit jika hal itu terjadi. Huh, lagi-lagi supir dengan IQ rendah, pikirku. Jika aku menjadi presiden, aku ingin menetapkan peraturan agar semua pemilik SIM harus memiliki IQ yang tinggi, berbagai psikotes dan juga tes pemahaman tentang pentingnya berlalu lintas dan berharganya sebuah nyawa. Membawa sebuah kendaraan di khalayak umum itu bukan main-main. Kembali lagi, aku berhasil mendapatkan popok dengan tipe tertentu setelah berpindah tiga toko lamanya karena tidak ada stok. Tak lupa dua porsi bakso telah kubeli, setelah malu karena salah menyebut “jangan pakai bihun” menjadi “jangan pakai nasi”. “Lah emang gak pake nasi ini bang?!” Jawab tukang bakso yang kebingungan. Duh, ucapan dan pikiran terkadang tidak sinkron.
“Kalau semuanya masih pinjam pulpen ke gue, besok-besok lebih baik gue buka toko pulpen” - mbak kasir yang kesal
*rencananya akan dibuat berseri, tergantung apakah ada cerita yang menarik juga ya
N
There’s a hole in my body, and it’s a heart-shaped hole. It drains all of my strength, all of my hope. Paralyzed, I’m struggling to wake. I’m a prison of sleep, and the rabbit hole never to be found.
Pieces were stolen from me. Watching the red water go down the drain. Eyes went heavy, as I fall deeper
Where are you again, my love?
I go missing
No longer exist
One day I hope
I’m someone you’d miss
- Lord N
* inspired by a song