Dalam suasana awan hitam yang masih berkabung, Saya coba tuliskan keadaan hati yang rasanya sudah mati suri. Semoga perih yg dirasa segera mereda.
Hari itu saya hancur, berlebihan agaknya tapi memang begitu adanya. Bahkan saya merasa tidak ada kata yang pas untuk menggambarkan perasaan saya malam itu. Diantarkannya saya kedepan mobil sambil berpesan, hati-hati dijalan. Maafkan saya katanya. Kata terakhir yang sesungguhnya manis, tapi kalian tau bahwa yang manis tidak selamanya baik.
Malam itu tidak ada yang bisa saya lakukan selain menangis di dalam mobil, mengutuk diri sendiri, air mata yg saya tahan sedemikian hebatnya telah menemui alirannya. Rasa nya saya tidak ingin pulang meski didepan danau hanya tersisa mobil saya saja. Saya menelpon teman baik saya, teman lama saat di strata satu, di detik pertama dia langsung tau bahwa saya hanya ingin ditemani menangis. Tidak ingin banyak bicara, sama seperti saat saya sakit hati dulu. Bedanya dia tidak bisa memeluk saya malam itu. Dia tidak pernah perlu penjelasan mengapa. Karna baginya saya cerita ataupun tidak sebenarnya tidak jadi masalah. Saya hanya ingin ditemani menangis.
Diantara tangisan yang pecah itu, saya bilang ke teman saya bahwa baik saja ternyata belum cukup untuk membuat semesta membalas rasa. Saya hancur sekali. Bukan karna tokoh utamanya tidak ingin masuk dalam cerita, bukan. Tapi karna tokoh utamanya mengingkari ucapannya. Katanya kok tega ada orang yang menyia-nyiakan kasih sayang saya, padahal apa yang dilakukannya diakhir cerita juga tidak ada bedanya. Lalu teman saya hanya bilang sudah, tidak apa-apa. Terima saja bahwa tidak semua perasaan harus bersama pemiliknya.
Saya kehabisan kata, yang menguatkan saya saat itu hanya kalimat gapapa, gak setiap hari juga punya rasa yang sama. Sedih dan senang kadang juga sering melebur dalam satu cerita. kalo kata penyanyi favorit saya bitter of love can be so good, it’s like a coffee with a rainbow’s mood.
Yaah begitulah.. Sedang belajar mensyukuri dan menerima dengan lapang dada saja apa-apa yang dirasa. Nantik juga lupa, ya kan?














