After (2019)
Hardin and Tessa montage

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Italy

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Singapore
seen from United States
seen from United States
seen from Russia

seen from United States

seen from United States

seen from Germany

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
After (2019)
Hardin and Tessa montage
Polaris Fukuoka - 3. Omamori (on Wattpad) http://my.w.tt/UiNb/Uu4IJLGFXA
Apartemennya beberapa chome dari An Nour.
Paman sengaja menyewa apartemen yang tidak terlalu jauh dari wilayah Hakozaki agar mudah mengontrol tokonya. Lagipula, paman merasa lebih dekat dengan nuansa keIndonesiaan bila berada di wilayah masjid dan mengikuti segala dinamikanya. Masjid an Nour tidak terlalu dekat dengan apartemen, hingga bila ingin ke masjid, paman dan Sofia biasanya mengayuh sepeda.
Dari An Nour, ia melewati blok-blok sepi.
Sebuah gedung abu-abu yang kokoh, dingin dan beku menjadi penanda jamaah masjid tiba di wilayah An Nour. Gedung itu unik, mengundang kegelian pada awalnya, namun di malam sunyi seperti ini memacu bulu kuduk merinding. Pet cemetery. Rumah pemakaman hewan.
Apakah benar-benar hanya hewan yang dimakamkan disitu? Apakah hanya binatang yang diperabukan? Ataukah ada orang-orang yang meninggal tak wajar diletakkan disana? Lebih mengerikan mana, pemakaman manusia atau pemakaman binatang? Apakah ruh hewan bergentayangan? Sekali waktu, Sofia pernah menemukan perempuan yang menangisi anjing kesayangannya mati, dan tengah disemayamkan di pet cemetery. Keseluruhan pemakaman mengerikan : pengurusnya, orang yang berkabung hingga mayat hewan-hewannya. Apalagi yang minta diawetkan! Mata hewan mati yang diformalin, lebih hidup dari hewan yang hidup.
Sofia merapatkan lengan ke tubuh.
Omamori yaku-yoke dan ofuda berada di tasnya.
Lututnya sedikit gemetar ketika menyisir salah satu chome, berisi tiang-tiang raksasa seperti kaki Godzilla yang memanggul rel kereta api. Nyala terang lampu di kepala lokomotif membawa Kagoshima main line melintasi Hakozaki, tepat di atas kepala Sofia hingga gadis itu melayangkan pandangan mengikuti arah lajunya.
Apa mereka melihatnya berjalan? Apa si masinis melihat sekeliling? Apa penumpangnya melihat sesuatu di bawah sini? Sofia merasa tegang ketika laju kereta menghilang dari pandangan.
Aduh, kenapa Nozomi harus memberinya omamori? Keluh batin Sofia.
Ia bukan jenis orang yang takut pada kegelapan atau hantu-hantu; namun imajinasi Sofia suka meloncat-loncat. Kalau bicara novel atau film horror, salah satu favoritnya adalah Koji Suzuki. Baginya, penggambaran bentuk setan millennium yang digambarakan dalam trilogi Ring, Spiral, Loop sangat sesuai dengan kondisi zaman sekarang. Setan demikian cerdas hingga dapat bertransformasi dalam segala bentuk, bahkan mengikuti perkembangan zaman. Setan bukan hanya menghuni kamar mandi dan kuburan, namun juga menghuni café-cafe dan aktif di media sosial. Setan bukan hanya tuyul dan genderuwo.
Tapi di Jepang, mana ada pocong dan kuntilanak?
Tapi bukankah Sadako Yamamura berambut panjang? Berarti setan di segala benua selalu ada yang berambut panjang, berjenis kelamin perempuan?
Sofia terkesiap mendengar bunyi berderit di belakang.
Suara mendesah. Nafas naik turun, sebentuk sosok terengah mengejarnya. Angin bersiut, bau-bau tak wajar menguar di udara. Sofia menggigit bibir, menundukkan wajah. Mempercepat langkah, bahkan setengah berlari.
Suara di belakangnya terus mengiringi, bahkan makin cepat, berderit, terengah, turun-naik, mengejar. Sofia makin cepat, langkah di belakangnya makin cepat pula. Dug-dug-dug suara jantung berdebum di telinga, menggedor tulang-tulang iga, memotong panjang tarikan nafasnya. Derit itu makin dekat. Dekat. Dekat. Nafasnya makin terdengar, mengejar, mengejar, mengejar.
Dan?
Derit itu lewat di sampingnya.
Terengah seorang perempuan tua bertopi, mengayuh sepeda, dengan keranjang di depan berisi ikan-ikan segar.
Ya, ampun!
Sofia menertawakan ketakutannya.
Ia membuang nafas.
Bukannya mengenyahkan setan jahat, omamori Nozomi rasanya semakin menambah ketegangan. Setiap yang melintas lewat seakan bayangan makhluk jahannam. Orang yang membuang sampah di bak raksasa pengumpulan sampah, mahasiswa dan pelajar yang pulang malam menyandarkan sepeda kayuh di parkiran. Warga apartemen yang tidak saling kenal dan lalu lalalng dalam diam. Semua seakan menjelma menjadi sosok misterius yang mengancam.
Apartemen paman di lantai lima seperti biasa, sepi.
Masing-masing penghuni tidak saling sapa, apalagi beranjangsana. Hanya bila berpapasan di lift, bertukar senyum sepantasnya. Samar suara gonggongan anjing di lantai bawah, di satu apartemen. Samar di sisi yang lain suara pintu terbuka tertutup, mungkin orang-orang yang akan membuang sampah. Atau berjalan-jalan mencari udara malam, ke suppa terdekat serta menikmati takoyaki.
Sofia tiba di depan pintu apartemen.
Berdiri dua detik membisu dan tiba-tiba tersadar. Nomer apartemen paman 5XX. Jika dijumlahkan berarti angka 13. Bukankah angka tigabelas punya makna tertentu? Sofia menggeleng-gelengkan kepala. Bersama angin malam yang menampar pipinya tiba-tiba.
Eh, malam musim semi harusnya tidak berangin, bukan?
Happy Valentines Day
we are in love once and then spend rest of our lives trying to hide the ghost. love isn't real until we taste the bitter hilt of the fallen sword. dancing between the dark clouds and the twisted tree. and then it is a broken echo turning in sleep between hollowed mountains. love is an ink soaked heart. writing is penance.
After (2019)
Deleted Scenes Pt. 5
*From the trailers*
After (2019)
I'm sorry mom Pt. 4
After (2019)
It's a surprise, Tessa.
*Deleted scene*
After (2019)
Ken's wedding Pt.6
After (2019)
The Lake Pt. 16