INDONESIA MENGHADAPI PANDEMI COVID-19
Killerdampro, Pontianak - INDONESIA Menghadapi Pandemi COVID-19. Berbagai sektor kehidupan terdampak, termasuk para pengusaha kecil (UMKM). Belakangan ini PRESIDEN JOKO WIDODO juga terliha marah dalam Sidang Kabinet Paripurna. Situasi saat ini sudah seharusnya diatasi dengan langkah kritis. Jokowi bahkan mengatakan akan melakukan resuffle, jika dibutuhkan. “Langkah apapun akan saya lakukan untuk rakyat kita, untuk negara. Bisa saja membubarkan beberapa lembaga. Atau bisa saja melakukan resuffle,” ujar Jokowi. Isu resuffle semakin panas menyusul teguran Presiden Jokowi kepada seluruh mentri jajarannya dalam rapat yang digelar beberapa waktu lalu. Menurut parameter Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, PANGI SYARWI CHANIAGO, daftar mentri yang akan dipertahankan dan diganti sudah ada. Namun, masi sulit untuk disebutkan. Baca Juga : BANYAK JUMLAH PASEIN COVID-19 YANG DINYATAKAN SEMBUH Saat ini, yang diperlukan Jokowi adalah mentri yang dapat bekerja secara kritis. Namun, yang terpenting adalah kinerja mentri dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pangi menilai bahwa resuffle merupakan hal mudah bagi Presiden Jokowi. Ia memandang bahwa mentri seperti Basuki dan ERICK THOHIR merupakan mentri dengan kinerja yang paling terasa untuk masyarakat. Namun, ada pula mentri yang juga punya kinerja yang baik dan dapat bekerja dalam seyap. "Jokowi juga memerintahkan para staff mentri untuk cepat mencairankan dana anggaran kesehatan tanpa prosedur yang bertele-tele, sehingga claim dapat segera dicairkan". Oleh Staf Khusus Kementerian Keuangan Indonesia, tegas YUSTINUS PRASTOWO menyatakan bahwa selama ini pemerintah tidak menahan dana anggaran yang akan di salurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan bantuan dari pemerintah. Namun, memeriksa ketepatan pencairah dan prosedur administrasi kuga merupakan tantangan untuk menjaga keseimbangannya. Menurut Yustinus, bukan persoalan anggaran turun atau tidak. Namun, pencairan yang berdasarkan pada DIPA ( Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran). Apabila data belum lengkap maka anggaran tidak dapat dicairkan. Selain itu, Kementrian Keuangan juga sudah membuat beberapa tim monitoring dan evakuasi untuk memastikan semua teknis, lembaga maupun pemerintah daerah agar terus bersinergi. Situasi ini juga turut dikomentari oleh Fahri Hamzah. Dengan memberikan solusi untuk sektor ekonomi UKM. Lewat akun twiternya ia menyatakan agar barang barang disupermarket diisi dengan produk lokal













