Pertama kali bertemu dengannya saat Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB) IPB 49.
Saat itu aku menjadi bendahara dan dia menjadi Kapten Komisi Penegak Kedisiplinan (KPK). Dua sisi peran yang sangat berbeda... . Suatu hari diumumkan kalau divisi yang tidak ambil peran di lapangan saat hari H, maka saat simulasi MPKMB mereka berperan menjadi peserta MPKMB. Otomatis diriku jadi dedek emesh (yeaaay). Bisa godaain temen temen PJK, KPK sama Medis :D Hari itu pun tiba, saatnya menjalankan peran :). Aku masuk suatu laskar (kelompok kecil) yang kakak KPK nya ga bisa hadir karena sakit. Akhirnya digantikanlah peran 'KPK' ini oleh sang Kapten Gugus. Simulasi dimulai, dan si Kapten ini mengenalkan diri dan menyebutkan nama. Namanya Mirza, laki laki tegap dan galak. Itu awal kesan pertamaku, tentang dirinya....
Lusi diani
.
.
.
Pertemuan pertamaku dengannya
Waktu itu, kurang lebih sekitar 4 tahun yang lalu, adalah saat2 pertama kali aku mengenalnya.
Ketika itu diriku baru saja diamanahkan sebagai Wakil Ketua BEM Faperta IPB Periode 2013/2014. Maka sebagaimana seorang calon ketua dan wakil ketua yang baru saja terpilih, maka diriku bersama Bang Ardy (Ketua BEM terpilih) harus segera membentuk struktur kepengurusan. Salah satu yang paling utama adalah Badan Pengurus Harian (BPH). Singkat cerita, aku ditugaskan oleh Bang Ardy untuk mencari dan menyeleksi siapa2 saja yang akan menjadi Sekretaris 2 dan Bendahara 2 BEM. Tak lama kemudian, sambil mencari dan bertanya kepada teman teman maupun senior, aku mendapatkan dua nama rekomendasi dari salah seorang teman kepercayaan, yang pada akhirnya merekomendasikan nama @eloktavia sebagai Sekretaris 2 dan @lusi_diani sebagai Bendahara 2. Rekomendasi itu diberikan oleh temanku karena melihat kinerja mereka selama di BEM TPB Kabinet Madani dan juga kepanitiaan MPKMB.
Akhirnya, aku berjanjian untuk bertemu dengannya (@lusi_diani) di meja Mahatan (sebelah Sekret BEM Faperta). Disitulah aku memperkenalkan diri kepadanya, juga sebaliknya, sekaligus menawarkannya untuk menjadi Bendahara 2 BEM Faperta. Awalnya, dia sempat ragu. Tapi pada akhirnya, dia pun mengiyakan ajakanku tersebut. Alhamdulillah..
Saat itu, belum ada banyak kesan yang kulihat darinya, walaupun terlihat agak jutek di awal, tapi ternyata kusuka dengan gaya bicara dan juga sikapnya, yang sepertinya terlihat pengayom dan keibuan. :)
Mirza Ramadhana Putra











