Setiap kegiatan manusia dikontrol oleh 80% alam bawah sadar mereka. Hanya 20% diantaranya dilakukan alam sadar.
Emosi ikut campur terlalu banyak dalam setiap tindakan yang manusia lakukan. Melibatkan apa yang mereka rasakan, apa yang mereka inginkan, apa yang mereka dapat, apa yang mereka benci, bahkan apa yang mereka pendam. Ditunjukan dalam berbagai bentuk, dengan segala cara untuk menyalurkan emosi. Memakan hak orang lain demi hak pribadi. Bahkan lupa bahwa orang lain pun juga memiliki emosi. Menimbuklan respon yang tidak diharapkan, menambahkan emosi yang semakin menguasai tubuh. Mendapaktan respon yang lebih besar lagi. Hancurlah. Lain pula cerita jika emosi yang dikeluarkan tidak mendapatkan respon, menghasilkan emosi dalam bentuk lain. Entah apa yang ada dipikirannya kemudian. Bercampur dengan rangsangan-rangsangan dari luar yang masuk ke mental mempengaruhi jiwa kemudian meelesat jauh dan meledak. Menyebab kebakaran pada lingkungan sekitar. Ada yang merasa panik, ada yang menangis ketakutan, ada yang sibuk mencari air, ada yang sibuk hanya berteriak-teriak, ada yang bahkan tidak peduli.
Kebakaran besar diperkotaan juga mungkin adalah emosi sebagai penyebabnya. Duh, emosi.
Manusia dewasa tahu apa yang benar dan yang salah. Mereka tahu apa yang seharusnya mereka lakukan, dan apa yang harus mereka hindari. Tapi emosi mengambil alih tindakan, lagi-lagi. Lupa, bahkan tidak memperdulikan mana yang benar.
Manusia, egois. Ingin dimengerti, susah mengerti, Ingin dihormati, susah menghormati, Ya, ingin makan, gak mau dimakan.
Belajar banyak tentang norma dan agama. Berlajar banyak tata cara berbicara, bahkan kepada siapa berbicara pun ada caranya masing-masing. Belajar banyak tentang tatakrama. Hafal semuanya, sampai sudah pandai saja menilai orang baik atau buruknya. Sebagian lupa tentang semua yg sudah dipelajari lagi-lagi karna emosi. Yaa, mereka tidak mau melakukan itu, mereka tidak bermaksud seperti itu, mereka tidak berniat seperti itu, terus? Lagi-lagi emosi.
Sebagian kecil dari segelintir manusia begitu sensitif. Mampu merasakan setiap perubahan yang terjadi pada sesamanya. Entah itu dari cara bicara, bahasa tubuh, ekspresi wajah, bahkan tatapan mata. Mungkin itu bentukan dari emosi yang tergambar. Ya, karna setiap manusia punya masalah. Entah itu masalah dirinya dengan dirinya sendiri, entah itu masalah pikirannya yang terbawa dari pengalamannya, entah itu masalah pikirannya mengenai apa yang ia lihat dari orang lain, entah itu masalah pikirannya mengenai hal-hal yang tidak ia inginkan, entah itu masalah percintaan, masalah keluarga, masalah pertemanan, masalah kepercayaan, masalah keuangan, masalah sekolah, masalah kuliah, masalah pekerjaan, masalah yang dibuat-buat terus jadi ada beneran, daaaan masalah ini-itu-ini-itu lainnya.
Sebagian manusia yang tadi itu menduga-duga dan turut merasa-rasa. Ya, baper. Terus jadi bertanya-tanya sendiri, lama-lama bingung karna gak dapet jawabannya, eh lagi-lagi. Emosi. Emosi daritadi itu maksudnya bermacam-macam. pengekspresian aja, bisa jadi dalam bentuk marah, kecewa, sedih, bisa juga seneng.
Jadi intinya ya tulisan ini cuma muter-muter aja. Mungkin benuk emosi juga yang gak jelas emosi dari mana.
Emosi itu biasanya terasanya sesaat aja, biasanya. Mungkin setelahnya disesali.
Contoh: “Naha sih, Nit nulis kayak gini waktu itu....”