Terima Kasih Bulan Ramadhan, karena hadirmu aku masih diberi kesempatan untuk beribadah secara maksimal lagi, lebih mendekatkan diri lagi pada ALLAH Swt., bersilaturrahmi dengan kawan2 lama (yang cuma bisa ketemu setahun sekali), bisa menghabiskan banyak waktu dengan keluarga, dll.
Cuma di bulan ini yang paling banyak kenangan yang berkesan (bagiku) dan aku bisa melakukan segala kegiatan yang hanya muncul setahun sekali: 1. Melatih Kesabaran saat “ngajar” TPQ Ramadhan. 2. Tarawih berjamaah di Masjid di daerah rumah. 3. Tadarus bareng kawan2 lama di Masjid (“disambi” nyemil ama ngobrol) (Jangan ditiru ya?????) 4. Rapat Remaja Masjid Khusus Ramadhan (kadang sampai nglantur ke mana2 hehehe) 5. Ngadain lomba buat santri TPQ Ramadhan. 6. Beli hadiah dan bungkus kado (bagian ini biasanya aku males ikutan karena jujur aku nggak bisa bungkusin kado dengan rapi ^^) (maapin Rani ya, kak?) 7. Dan akhirnya ditutup dengan Takbiran Keliling Kampung.
Dan terima kasih juga buat keluargaku yang mau banget kubuat repot dengan ulahku; teman2 lama: #Pipik, #Irsyad, @donovan_tr, mbak @ctrachmadie, mbak @putrislita, mbak #Ria, mbak #Nurul, #Mutia, dek #Fafa, #Machbub, mbak #Latifah, dll . Eh ya, adik2 TPQ Sememen juga makasih ya atas kerjasamanya…..
Sangat berat rasanya untuk berpisah denganmu dan melepas kepergianmu, Ramadhan. Aku tahu kau akan muncul lagi 1 tahun berikutnya. Dan itu akan berlanjut terus sampai kapanpun. Tapi bagaimana denganku? Apakah aku bisa bertemu denganmu lagi esok? Aku takut mungkin ini terakhir kalinya aku bertemu denganmu.
Uh, dan inilah saat yang sangat kubenci namun aku harus menulisnya: “Selamat Tinggal Ramadhan” Semoga ALLAH masih memberiku kesempatan untuk bertemu denganmu lagi esok. Aaamiiinnn…
Solo, 17 Juli 2015 02.05 wib (1 Syawal 1436 H)
Ran









